19 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1439 H Pada 17 Mei 2018


Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1439 H Pada 17 Mei 2018
Kementerian Agama RI saat mengumumkan hasil Sidang Isbat di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH. Thamrin Nomor 6, Jakarta Selasa 15 Mei 2018. (Foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Kementerian Agama RI menggelar sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1439 H/2018 M di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH. Thamrin Nomor 6, Jakarta.

Melalui mekanisme sidang itsbat tersebut, Kemenag menetapkan waktu umat muslim Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Pada pukul 17.00 WIB tahapan sidang dimulai dengan paparan posisi hilal awal Ramadan 1439 H oleh anggota tim hisab rukyat Cecep Nurwendaya.

Tampak Menag beserta Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, MUI, sejumlah pejabat eselon I Kemenag, pimpinan ormas Islam dan utusan negara sahabat sudah berada auditorium untuk menyimak paparan.

Usai paparan, tepatnya usai shalat Magrib, dilakukan sidang Isbat dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Selanjutnya penyampaian laporan data hisab dan pelaksanaan rukyatul hilal dari 32 titik di seluruh Indonesia.

Usai sidang yang dilalukan tertutup, Menag menggelar jumpa pers hasil sidang Isbat awal Ramadan di lobi Kantor Kemenag. Dalam paparannya, Kemenag RI menyatakan jika 1 Ramadan jatuh pada 17 Mei 2018.

Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, 1 Ramadhan jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018,” ujar Menag setelah mendengar pandangan dari MUI dan pimpinan ormas Islam yang hadir pada sidang Isbat tersebut menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Sya’ban menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Ramadan 1439H jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018.

“Selamat memasuki bulan Ramadan, mudah-mudahan kualitas puasa dan ibadah kita di bulan suci ini semakin meningkat, tidak hanya ibadah mahdhoh juga ibadah sosial kita, sehingga kehadiran kita memberi kemaslahatan bagi kita semua,” ujar Menag. (*)

Reporter : Maggie Aksan (berbagai sumber)    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0