22 Mei 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tuntutan Komura Samarinda Saat Berdemo di Kantor Penegak Hukum Demi Keluarga Buruh


Tuntutan Komura Samarinda Saat Berdemo di Kantor Penegak Hukum Demi Keluarga Buruh
Aksi ribuan buruh Komura Samarinda di depan Kantor Kejaksaan Negeri, Senin 14 Mei 2018.

KLIKSAMARINDA.COM - Anggota Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura), Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) melakuan unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, Senin 14 Mei 2018.

Dalam aksi ini, tampak keluarga dari masing-masing anggota Komura serta sejumlah istri dari para buruh. Mereka melakukan orasi dan menyampaikan keluhan karena selama setahun tidak menerima upah suami mereka akibat rekening milik Komura diblokir aparat.

Pemblokiran ini bermula saat adanya kasus megapungli yang disidangkan oleh Pengadilan Negeri Samarinda. Petugas berhasil mendapatkan barang bukti senilai Rp6 miliar dan menyita ratusan milyar yang merupakan aset milik Komura yang dikuasi Ketua dan Sekretaris Komura.

Dalam perjalanan persidangan, Hakim PN Samarinda menyatakan kedua terdawa kasus tersebut bebas dan barang sitaan dinyatakan dikembalikan kepada Komura.

Nah, aksi ini merupakan upaya Komura untuk menuntut pengembalian uang sitaan senilai Rp 280 miliar yang disita aparat sebagai barang bukti kasus dugaan pemerasan yang didakwa terhadap Ketua dan Sekretaris Komura.

Para pengunjuk rasa menilai jika uang tersebut merupakan milik Komura. Koordinator Buruh Komura, Pariyanto menyatakan jika pihaknya ingin memperjuangkan dana yang merupakan milik Komura dan bukan milik Ketua Komura.

Perjuangan ini, menurut Pariyanto, demi memenuhi kebutuhan hidup ribuan anggota Komura.

"Kami ingin memperjuangkan dana yang menjadi hak kami. Dana tersebut sejak terjadinya proses hukum 17 Maret sampai sekarang disita dan diblokir. Akibatnya anggota Komura kondisi sekarang jadi bingung," ujar Pariyanto.

Pariyanto juga menilai jika proses Kasasi yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum ditemukan banyak kejanggalan. Bahkan dalam memori banding yang dikirimkan ke Mahkamah Agung, kasus pidana umum yang disidangkan di Pengadilan Negeri Samarinda berubah menjadi kasus pidana khusus.

Pun, soal dana yang diblokir senilai Rp28o miliar. Dalam tuntutan kejaksaan, Rp10 miliar disita dan Rp 270 miliar dikembalikan kepada Komura.

"Proses hukum yang dilakukan banyak kejanggalan didalamnya. Sekarang dana kami yang diblokir Rp280 miliar. Di dalam tuntutan kejaksaan Rp10 miliar disita untuk negara dan Rp270 miliar dikembalikan kepada koperasi dan ini yang kami perjuangkan," ujar Pariyanto.

Dalam aksi tersebut, ratusan pengurus dan TKBM Komura mengaku sudah cukup bersabar menunggu dana koperasi yang disita aparat. Buruh dari berbagai elemen ini mendatangi sejumlah kantor aparat penegak hukum mulai dari Kantor Kejaksanaan Negeri Samarinda, Pengadilan Negeri Samarinda, dan Kejaksaan Tinggi Kaltim. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0