21 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Safaruddin: Saya Akan Tuntaskan Banjir di Samarinda


Safaruddin: Saya Akan Tuntaskan Banjir di Samarinda
Irjen. Pol. Safaruddin saat berdialog dengan warga di tengah banjir. (Foto: Tim Sukses Rusmadi-Safaruddin for Klik Samarinda)

KLIKSAMARINDA.COM - Hari Air sedunia, Kamis 22 Maret 2018, kemarin, menjadi musibah bagi Samarinda. Pasalnya, di saat bersamaan, ibukota Kaltim ini justru dilanda banjir besar.

Calon Wakil Gubernur Kaltim, Irjen. Pol. Safaruddin, menyoroti persoalan tersebut ketika melihat langsung kondisi masyarakat yang menjadi korban di Kota Tepian.

"Saya kira, ini bukti samarinda memang tidak laik huni," ucap jenderal bintang dua yang pernah menjabat sebagai Kapolda Kaltim itu, di tengah banjir yang menggenangi ratusan rumah warga di Jalan Jakarta, Perumahan Korpri, Samarinda.

Pernyataan Safaruddin tentang Samarinda tidak laik huni memang bukan kali ini saja dikemukakan. Ia juga pernah menyatakannya saat acara Deklarasi Damai Pilgub Kaltim yang kebetulan saat itu terjadi banjir di mana-mana. Ucapan itu bahkan menimbulkan polemik di media massa dan media sosial.

Safaruddin melontarkan opini tersebut mengutip hasil survei yang dilakukan sebuah lembaga nasional dan dirilis media-media nadional. Salah satu kota yang nilainya rendah sebagai kota laik huni adalah Samarinda. "Insya Allah kalau saya terpilih, saya akan tuntaskan banjir di samarinda," kata Safaruddin, kepada warga.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Samarinda sekira 10 jam lebih mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Banjir terparah ada di Samarinda Seberang, Jalan HM Rifadin, Rapak Dalam, Loa Bakung, dan sekitarnya.

Rombongan cawagub Irjen. Pol. Safaruddin yang datang dari Balikpapan, harus menerobos titik-titik banjir sejak di Loa Janan dan Samarinda Seberang. Dia bersama tim relawan spontan turun ke lokasi menemui warga yang rumahnya tergenang air.

Safaruddin melihat langsung kondisi warga di Perumahan Korpri yang tergenang banjir setinggi pinggang orang dewasa. Kantor kelurahan, puskesmas, gedung sekolah, dan masjid, tak luput dari terjangan banjir.

"Gara-gara banjir anak-anak libur sekolah. Ini banjir terparah di tahun 2018," ucap salah seorang warga.

Safaruddin yang melihat kondisi ini mengaku prihatin. Sambil berjalan di tengah banjir, dia menyapa satu persatu warga di Perumahan Korpri. Dia minta kepada warga untuk bersabar menghadapi musibah banjir ini.

Salah seorang warga yang mengetahui Safaruddin sebagai cawagub, lantas mengadu soal rumah mereka yang masih berstatus hak guna bangunan atawa HGB.

"Hampir semua rumah di sini masih HGB, pak," kata seorang ibu ketika berbincang dengan Safaruddin.

Menanggapi hal tersebut, Safaruddin mengatakan akan menyikapi persoalan ini.
"Ini adalah kenyataan yang harus dihadapi warga Samarinda," sebut Safaruddin. Dia menegaskan apabila terpilih nanti, dalam 3 tahun persoalan banjir di Samarinda akan dituntaskan.

Solusinya dengan membangun bendungan, memperbaiki drainase, dan mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. "Saya melihat di Samarinda ini tidak ada penampungan air. Ke depan kami akan perbaiki semua itu," ujarnya.

Untuk solusi jangka pendek mengatasi banjir, Sungai Mahakam yang mengalami pendangkalan harus dikeruk supaya ketika hujan turun air dapat mengalir dengan lancar.

"Saya pikir langkah itu yang harus kami lakukan. Insya Allah Samarinda akan terbebas dari banjir," tukas Safaruuddin. (*)

Reporter : Pers Release    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0