17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bawaslu Loloskan Partai Bulan Bintang Sebagai Peserta Pemilu 2019


Bawaslu Loloskan Partai Bulan Bintang Sebagai Peserta Pemilu 2019
Foto: Ist

KLIKSAMARINDA.COM - Setelah melewati serangkaian proses persidangan ajudikasi penyelesaian sengketa proses pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Ketua Bawaslu, Abhan menyatakan, KPU telah memutuskan menolak eksepsi termohon dan mengabulkan seluruhnya tuntutan pemohon. Hasil sidang tersebut juga membatalkan keputusan KPU tertanggal 17 Februari 2018 yang menyatakan PBB tidak lolos verifikasi nasional calon peserta Pemilu.

Bawaslu juga memerintahkan KPU untuk melaksanakan keputusan Bawaslu maksimal tiga hari sejak dibacakan.

“KPU memutuskan menolak eksepsi termohon dan mengabulkan seluruhnya tuntutan pemohon,” ujar Abhan saat membacakan keputusan Bawaslu, Minggu malam, 4 Maret 2018.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Partai Bulan Bintang (PBB) tidak lolos verifikasi nasional parpol calon peserta Pemilu 2019.

PBB dinyatakan memenuhi syarat verifikasi kepengurusan parpol di tingkat pusat dan provinsi. Namun, tidak untuk kepengurusan dan keanggotaan di tingkat kabupaten/kota khususnya di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, tidak memenuhi syarat kepengurusan dan keanggotaan sekurang-kurangnya 75 persen.

Akibat keputusan KPU itu, PBB dinyatakan tidak bisa mengikuti Pemilu Legislatif tingkat Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat I dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tingkat II.

Saat ini, Partai Bulan Bintang (PBB) tengah melakukan konsolidasi internal usai memenangi gugatan melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Bawaslu. Sekjen PBB Afriansyah Noor mengatakan partainya babak belur usai divonis tidak layak oleh KPU untuk mengikuti Pemilu 2019 bulan lalu.

PBB akan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan persiapan. Sidang sengketa di Bawaslu menguras habis tenaga PBB sehingga program da visi/misi partai tidak jalan akibat tenaga habis berurusan di Bawaslu. Itu belum termasuk kerugian materil dan moral kader yang sempat jatuh.

“PBB adalah partai lama yang memiliki infrastruktur kuat dari pusat hingga daerah. Mesin partai kami akan kembali bergerak menjalankan program yang sudah dicanangkan,” kata Afriansyah Noor di Kantor Bawaslu Pusat, Jakarta.

Afriansyah mengatakan partainya telah menatap peluang Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra diajukan sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden. Saat ini banyak ketua umum parpol yang sudah tampil di publik seperti melalui baliho untuk menawarkan diri sebagai cawapres.

“Peta politik masih cair dan semua kemungkinan terbuka. Kami akan mengajukan beliau, bisa sebagai capres atau cawapres Pak Jokowi atau cawapres calon lain. Kita akan ramaikan,” ujarnya.

PBB terlebih dahulu akan mematangkan strategi pemenangan Pemilu 2019. Seperti diketahui ambang batas pemilihan presiden adalah 20 persen dari kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pemilu legislatif. (*)

Reporter : Maggie Aksan (berbagai sumber)    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0