15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Peran Agama dalam Isu Lingkungan, Seperti Apa?


Peran Agama dalam Isu Lingkungan, Seperti Apa?
diskusi Yayasan Bumi bertema \"Resolusi Kelola Hutan dan Lahan yang Transparan dan Akuntabel\", Jumat 23 Februari 2018 di Perpustakaan Daerah Kaltim

KLIKSAMARINDA.COM - Persoalan isu lingkungan seperti tak pernah selesai untuk dibahas. Apalagi di Indonesia yang memiliki pelbagai isu sebagai dampak dari perkembangan industri. Dampaknya, upaya kajian hingga aksi jalanan kerap menjadi cara untuk mencari solusi terhadap persoalan lingkungan.

Pun di Kalimantan Timur (Kaltim). Sebagai daerah penghasil sumber daya alam yang melimpah, Kaltim tak terlepas dari persoalan lingkungan. Industri pertambangan hingga tata kelola perkebunan kerap memantik perhatian publik.

Namun, sepertinya penanganan persoalan lingkungan hanya berkutat pada para peggiat lingkungan yang bertarung dengan para pengambil kebijakan. Sisi lain, seperti peran agama, masih belum optimal dalam berkiprah dalam persoalan lingkungan.

Persoalan tersebut menyeruak dalam diskusi Yayasan Bumi bertema "Resolusi Kelola Hutan dan Lahan yang Transparan dan Akuntabel", Jumat 23 Februari 2018 di Perpustakaan Daerah Kaltim, Jalan Juanda, Samarinda. Menghadirkan dua pembicara, yaitu Syamsurizal dan Naim, diskusi ini mencoba memetakan sisi lain dari peran agama dalam persoalan lingkungan.

"Peran agama bukan saat ini saja, dulu pernah ada teologi lingkungan. Lakpedam ada PLPM, lembaga ini mendapingi masyarakat yang menangani persoalan lingkungan. Hanya kelompok-kelompok tertntu yang membicarakan persoalan ini. Ada beberapa kendala yang harus diretas dulu. Bagaimana mengelola diskursus lingkungan dalam wacana keislaman," ujar Syamsurizal.

Sementara Naim, aktivis Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA) Kaltim, secara lebih konkret menyebutkan jika gerakan untuk mengelola isu lingkugan di Kaltim memiliki bentuk berbeda gerakan serupa di Pulau Jawa. Khususnya di Kaltim, gerakan isu lingkungan lebih berfokus pada organisasi pikiran.

"Saya pikir tugas yang dilakukan teman-teman adalah organisasi pikiran. seperti kaderisasi tetapi juga ada keterlibatan di pendampingan masyarakat. Juga ada sekolah agraria agar masyarakat tahu hak-haknya tidak mengatasnamakan lembaga tertentu," ujar Naim. (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0