19 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Warga Demo Gara-Gara Aktivitas Tambang Batubara Illegal


Nah, Warga Demo Gara-Gara Aktivitas Tambang Batubara Illegal

KLIKSAMARINDA.COM - Keberadaan tambang batubara yang diduga illegal semakin meresahkan warga di Kalimantan Timur (Kaltim). Akibatnya, puluhan warga dari Lempake, Samarinda, warga Tenggarong Seberang, dan sejumlah pegiat lingkungan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Camat Tenggarong Seberang, Kamis siang 22 Februari 2018.

Dalam aksi tersebut, warga mendesak agar Pemerintah Provinsi(Pemprov) Kaltim segera melakukan tindakan atas maraknya tambang batubara illegal di sejumlah wilayah di Kaltim. Antara lain, warga mendesak agar Pemprov Kaltim segera menutup aktivitas tambang batubara ilegal.

Desakan warga ini berdasarkan dampak buruk aktivitas pertambangan batubara yang merugikan masyarakat sekitar tambang dan masyarakat Tenggarong Seberang secara umum. Misal, dampak buruknya adalah kerusakan jalan kerusakan lingkungan.

Aksi warga dan mahasiswa ini sempat mendapatkan intimidasi dari sejumlah warga yang tidak dikenal. Namun, warga bersama para penggiat lingkungan terus mendatangi Kantor Camat Tenggarong Seberang dan Mapolsek Tenggarong Seberang.

Warga marah karena akibat beroperasinya tambang ilegal jalan poros yang mengubungkan Samarinda dengan Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami kerusakan. Warga sempat melaporkan operasional tambang batubara illegal tersebut kepada camat setempat. Namun, warga menduga jika laporan tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari pihak kecamatan.

Camat Tenggarong Seberang, Suhari, membantah telah membiarkan operasional tambang illegal yang memanfaatkan jalan umum untuk kegiatan pengiriman batubara. Suhari mengatakan telah mengeluarkan surat peringatan kepada pengusaha untuk menghentikan operasi tambang sejak dua bulan terakhir.

"Kita menyampaikan hal ini kepada yang punya kewenangan. Kita sampaikan ke Dinas ESDM Kaltim. Dengan perusahaan itu komunikasi sudah kita peringatkan. Namun masih melakukan operasi," ujar Suhari.

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Pradarma Rupang menyatakan, saat ini ada sekitar 20 lebih tambang illegal yang berada di wilayah Kaltim. Dari pantauan Jatam, tambang-tambang illegal itu berada tidak jauh dari rumah-rumah warga.

Dalam aksi tersebut, Jatam Kaltim juga menyerahkan berkas dugaan pelanggaran pengelola pertambangan batubara di wilayah Kukar.

"Kita berharap ini memperkuat laporan warga mengenai illegal mining yang terjadi di Tenggarong, pasal-pasal yang dilanggar, serta koordinat, peta, dan beberapa keberatan masyarakat," ujar Rupang.

Jatam Kaltim mencatat jika aktivitas pertambangan batubara di Tenggarong Seberang melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Khusus untuk Batubara dan Sawit. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0