15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Aduh, Anak Kelas 2 SD Ini Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah Gara-Gara Suka Memalak


Aduh, Anak Kelas 2 SD Ini Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah Gara-Gara Suka Memalak
Bocah D saat bersama orang tuanya di rumah (Foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Kenakalan anak di bawah umur seperti siswa sekolah dasar ternyata dapat mengancamnya keluar dari sekolah. Terutama jika kenakalan tersebut dapat merugikan sesama siswa lainnya.

Seperti yang dialami D (9 tahun) seorang siswa di SD Negeri 02 Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Bocah ini membuat kedua orang tuanya resah. D terancam dikeluarkan dari sekolah tempatnya menimba ilmu.

Ancaman tersebut bukanlah tanpa sebab. Pihak SD Negeri 02 Samarinda memberikan informasi kepada orang tua D jika anaknya kerap melakukan aksi pemalakan terhadap teman sekolahnya. Bahkan, D kerap memukuli teman-teman sekolahnya.

Pihak sekolah pun telah meminta orang tua D untuk mencari sekolah baru bagi D untuk melanjutkan pendidikannya. Namun, Kepala SD Negeri 002 Samarinda, Erni Suhartini membantah jika pihaknya mengeluarkan D.

Pihak sekolah menyatakan jika D kerap meminta uang kepada teman sekolah. Karena itu, pihak sekolah meminta ibunya untuk ikut mengawasi D, bahkan meminta agar orang tua D mencari sekolah lain, tetapi bukan mengeluarkan D dari sekolah yang dipimpinnya. 

"Nggak ada yang mengeluarkan. Kita bantu, Pak. Kita, kan berusaha anak tidak putus sekolah. Dengan catatan orang tua harus membantu. Yang penting, ada kerjasamanya," ujar Erni, Rabu 14 Februari 2018.

Ibu kandung D, Nurhayati menjelaskan, pihak SD Negeri 02 Samarinda telah memintanya untuk mencari sekolah baru bagi anaknya.

Pelajar kelas 2 SD ini tinggal bersama orang tuanya di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Pertenunan RT 02 Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang. Menurut Nurhayati, saat ini D sudah tidak masuk sekolah sejak Senin 12 Februari 2018.

Setelah tidak bersekolah, D membantu sang kakek mencari penumpang kapal penyeberangan di Sungai Mahakam. Saat itu, dirinya menginjak paku dan jatuh sakit sejak beberapa hari lalu.

Kepada ibunya, D mengaku masih ingin bersekolah. Perbuatan memalak teman sekolahnya karena uang jajan dari ibunya kurang. Kondisi tersebut karena Nurhayati telah ditinggalkan suaminya sehingga dia harus mencari nafkah sendiri dengan menjadi penenun kain sarung Samarinda.

"Disuruh cari sekolah, tapi minta suratnya dulu. Ibu carikan sekolah dulu," ujar Nurhayati. (*)

Reporter : Jie    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0