21 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dua Paslon Tak Ikut Deklarasi Pilkada Bersih Bawaslu Kaltim, Apa Kata Timses Lain?


Dua Paslon Tak Ikut Deklarasi Pilkada Bersih Bawaslu Kaltim, Apa Kata Timses Lain?
Deklarasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim di Swiss Bell Hotel Samarinda, Rabu, 14 Februari 2018

KLIKSAMARINDA.COM - Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim, yaitu Syaharie Jaang-Awang Ferdian serta Rusmadi-Safarudin tidak hadir dalam Deklarasi Pilkada Bersih oleh Bawaslu Kaltim. Ketidakhadiran kedua paslon tersebut mengundang rasa kecewa dari tim pendukung dua pasangan lainnya.

Misal, ungkapan dari Ketua Tim Sukses Pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi, Sofyan Alex. Menurut dia, setiap paslon idealnya mengikuti setiap kegiatan sesuai aturan.

"Termasuk mengecewakan, karena seharusnya deklarasi ini dihadiri semua pasangan calon. Hingga kelihatan, bahwa kita (yang hadir) itu benar-benar ingin pelaksanaan Pilgub ini berjalan sesuai dengan aturan yang ada," terangnya.

"Kita komitmen untuk hadir. Danrem dan perwakilan yang lain juga hadir," imbuh Sofyan Alex.

Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail menuturkan kehadiran dirinya dan pihaknya menguatkan komitmen berjalannya Pilkada yang bersih.

"Ini sebagai bukti komitmen kami dalam menjalankan Pilkada Kaltim 2018 yang bersih. Kehadiran kami membutikannya," tegas Sofyan Hasdan didampingi Nusyirwan Ismail.

 

Ketua Timses Paslon Annur, Muhammad Husni Fahruddin atau yang akrab disapa Ayub menuturkan mendukung acara yang digelar Bawaslu Kaltim dalam menginisiasi kegiatan Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada Kaltim 2018 yang berintegritas.

 

Pasalnya, menurut dia, indikasi adanya Pilkada yang tak bersih sangat krusial di Kaltim, sebagai salah satu daerah yang dikategorikan memiliki kerawanan tinggi.

 

"Bersama rakyat mengawasi pemilu dan bersama Bawaslu menegakkan keadilan pemilu, merupakan slogan yang adi luhung (berkualitas, Red) demi terciptanya produk pemilu yakni pemimpin dan wakil rakyat yang berintegritas," ungkap Ayub.

 

Apalagi, lanjut dia, momentum tekad dan kebersamaan karena juga dihadiri oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur. Dimana soliditas dan solidaritas menghilangkan politik uang dan politisasi SARA memang seharusnya dilakukan secara bersama-sama.

 

"Namun, dari 4 paslon yang diundang, ada 2 paslon yang tidak hadir," sesalnya.

 

Disamping itu, karena strategi dan teknis politik negatif dan hitam ini tentu saja

 

Selain itu, kebulatan tekad memerangi politik negatif dan hitam adalah hal penting serta menjadi prinsip setiap pasangan cagub dan cawagub. Pun, dalam menghasikan pemimpin dan wakil rakyat yang tidak berintegritas dalam melaksanakan pesta rakyat ini.

 

"Pemilu tanpa politik uang dan politisasi SARA ini akan melahirkan kepala daerah dan wakil rakyat yang berkomitmen menjadi pelayan masyarakat dan tentu saja memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat," pungkasnya.

Deklarasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim ini telah mengundang empat pasangan calon untuk mendeklarasikan Anti Money Politic (Politik Uang) dan Anti Politik Sara dalam Pilgub Kaltim 2018.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss Bell Hotel Samarinda, Rabu, 14 Februari 2018 ini juga dihadiri Ketua DPRD Kaltim, HM Syahrun, Wakapolda Kaltim, Danrem, Komisoner KPU Kaltim Ida Farida, wakil Pemprov Kaltim, Asisten III Bere Ali serta sejumlah tim pemenangan paslon dan tamu undangan lainya.

Deklarasi juga diwarnai dengan penandatangan kesepakatan empat paslon Anti Politik Uang dan Anti Politik Sara. Bawaslu Kaltim menggelar acara ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk tidak melakukan money politic sejak tiga hari sebelum acara digelar. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0