16 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Usaha Tambang Batubara di Kukar Kembali Menggeliat, Warga Bersyukur


Usaha Tambang Batubara di Kukar Kembali Menggeliat, Warga Bersyukur
Warga Bakungan Kukar

KLIKSAMARINDA.COM - Geliat ekonomi daerah kembali berdenyut di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor batuBara areal produksi di Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, kembali beroperasi.

Site di kawasan dengan luas areal 914 hektar dan dermaga tambat ponton kembali dibuka setelah empat bulan tak melakukan aktivitas produksi. Warga sekitar menyambut baik lantaran sebelumnya di areal tersebut telah terjadi polemik antar pemilik modal yang belum menemui kata sepakat dan saling tarik kepentingannya modal asing dan dalam negeri.

Sejumlah perusahaan tambang batubara tersebut bahkan berkomitmen bekerjasama dan memberikan kontribusi terbaik untuk pembangunan masyarakat sekitar.

Mewakili salah satu perusahaan tambang, Alhifni mengatakan, dengan dimulainya kembali produksi emas hitam di daerah tersebut, pihaknya diberikan kesempatan untuk turut membangun kualitas hidup warga sekitar areal pertambangan.

Sinergi perusahaan dan masyarakat menurutnya berdampak kepada ekonomi dan sosial warga terlebih kepastian dalam berusaha dan berinvestasi di kabupaten yang memiliki kearifan lokal yang begitu kental.

"Jalan hauling dan pelabuhan sudah bisa digunakan secara bersama-sama," ujarnya mengatakan.

Menanggapi hal itu, warga Desa Bakungan Abdul Rosyid (40), menyambut dengan sangat baik kembali berproduksinya industri mineral ekstraktif di Desa Bakungan. Dengan begitu, kesejahteraan dan pengangguran di wilayahnya tidak lagi dikhawatirkan berujung pada masalah sosial yang berpotensi timbul di kemudian hari.

Seperti disebutkannya, pasca ratusan pekerja dirumahkan, belum ada alternatif pekerjaan lainnya yang bergerak di sektor industri. Sebab tenaga kerja yang berstatus kontrak itu masuk dalam tenaga kerja non skill.

"Kami berharap perusahan mampu mengembangkan desa kami menjadi makmur, bukan seperti lokasi pertambangan yang lain, yang harus mendapat limbahnya saja," terang Rosyid sapaannya kepada KlikSamarinda, Kamis 8 Februari 2018. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0