24 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ulap Doyo di Mata Desainer Ibukota


Ulap Doyo di Mata Desainer Ibukota
Sejumlah artis mengenakan busana yang dibuat dari kain Ulap Doyo di Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2011 lalu dengan tema Rhythm of Tribalism. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Ulap Doyo, kain khas warisan leluhur suku Dayak Benuaq, Kalimantan Timur (Kaltim), punya tempat tersendiri di dunia fashion Tanah Air.

Konon, Ulap Doyo telah dibuat masyarakat sejak zaman kerajaan Kutai Kartanegara ing Martadipura di era keemasan abad 17.

Sesuai namanya, Ulap Doyo ditenun dari serat pohon Ulap Doyo alias Curculigo Latifolia Lend --sejenis pandan-pandanan dengan serat kuat dan bisa dibuat menjadi benang. Serat ini kemudian dicampur dengan benang kapas, lalu ditenun menjadi kain bermotif khas Dayak.

Eksplorasinya terekspos dan wujud limas dan bujursangkar. Mulai motif naga, limar (perahu, Red.), timang (harimau, Red.), tangga tukar toray (tangga rebah, Red.), dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ulap Doyo digunakan untuk pelbagai upacara adat, busana pesta pernikahan, hingga mahar.

Di masa kini, Ulap Doyo telah diproduksi sebagai kain print yang serupa dengan batik. Keindahan motif Ulap Doyo inilah yang kemudian menarik perhatian Defrico Audy, seorang desainer kondang dari ibukota, Jakarta.

/images/img_galeri/33Ita Purnamasari.jpg

Di tangan Defrico, Ulap Doyo diubah menjadi pelbagai busana. Keindahannya terletak pada paduan warna-warni cerah yang menghasilan beragam kain indah.

Aneka busana untuk laki-laki dan perempuan yang diciptakan seperti evening dress, long dress, blazer, jas, serta kemeja.

"Paduannya semua colorful dan cerah. Misalnya, merah dan hijau, hijau dan ungu, ungu dan biru, serta biru dan merah. Ini tidak bisa ditemukan di daerah lain," ulasnya.  

/images/img_galeri/1Rita Widyasari.jpg

Dalam sejumlah event, Defrico mengaku mengenalkan Ulap Doyo lewat pagelaran busana tingkat nasional. Hebatnya, sebagian besar model yang membawakan busana Ulap Doyo adalah para artis dan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari.

Selain di Indonesia, Defrico juga membawa Ulap Doyo hingga ke Malaysia, Singapura, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Jepang. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0