23 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Warga Protes, Pelayanan Pendidikan di SMP Negeri 7 Muara Kaman Kukar Tak Maksimal


Warga Protes, Pelayanan Pendidikan di SMP Negeri 7 Muara Kaman Kukar Tak Maksimal
SMP Negeri 7 Muara Kaman, Kukar

KLIKSAMARINDA.COM - Pendidikan di Kalimantan Timur masih menyimpan sejumlah persoalan. Tak hanya infrastruktur, pun pelayanan pendidikan yang belum maksimal masih menjadi sumber keluhan masyarakat.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri 7, Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Sekolah yang berdiri sejak 2009 ini justru mendapatkan sorotan dari warga sekitar akibat pelayanan para tenaga kependidikan yang belum maksimal.

Kadir, salah satu tokoh masyarakat Desa Menamang Kanan menyatakan, Kepala SMP Negeri 7 yang sekarang menjabat tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya.

“Dari masa jabatan yang diemban kepala sekolah tersebut, jarang sekali hadir di sekolah. Bahkan, hanya bisa dihitung jari. Sehingga kegiatan belajar mengajar tidak efisien karena hal tersebut,” kata Kadir, Minggu 28 Januari 2018 kepada KlikSamarinda.

Saat ini, SMP Negeri 7 Menamang Kanan memiliki jumlah siswa 56 orang. Sekolah dengan bangunan kayu ini pun belum memiliki fasilitas terbatas, yaitu ditopang oleh kantor, gedung serbaguna, dan kelas 2 ruangan.

Kadir menerangkan, persoalan lain yang mengganggu kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 7 Menamang Kanaan adalah karena guru pengajar tidak menerima honor. Akibatnya, imbuh Kadir, banyak guru yang enggan untuk datang mengajar di sekolah tersebut.

“Kita juga bisa melihat bahwa yang terjadi saat ini di sekolah tersebut honor guru tidak sampai hingga membuat guru jadi malas untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar,” ungkap Kadir.

Warga Desa Menamang Kanan saat ini mengharapkan adanya keterlibatan pemerintah terkait permasalahan ini untuk menelaah pendidikan di desa terpencil agar tidak adanya kasus yang sama di daerah lain.

“Kami juga mengharapkan adanya suatu terobosan dari pemerintah dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di desa kami. Agar nantinya hal ini tidak terjadi di daerah lain yang bisa menghambat prestasi anak anak yang ingin belajar,” tutup Kadir. (*)

Reporter : Dede Hermawan    Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0