20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Menilik Program Unik Kpw BI Kaltim Pasca Tambang: Mini University (1)


Menilik Program Unik Kpw BI Kaltim Pasca Tambang: Mini University (1)
Kepala KPw BI Kaltim Muhamad Nur (tujuh dari kiri) bersama peserta Mini University, Selasa 16 Januari 2018, pagi tadi. (Foto: KPw BI Kaltim for Klik Samarinda)

KLIKSAMARINDA.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) punya cara tersendiri untuk merangsang perekonomian di Benua Etam. Pasca amburadulnya pertambangan pada 2014 hingga 2015, KPw BI Kaltim langsung merespon dampak yang ditimbulkan sektor ini. Sebab, banyak perusahaan batu bara ketika itu langsung melakukan Pemutusan Hubungan Kerja setelah harga emas hitam limbung secara global.

Saat itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta KPw BI Kaltim membuat crash program untuk memberikan solusi atas masalah pengangguran di sektor pertambangan tersebut dengan mengacu pada arahan yang diberikan di rapat terbatas penanganan dampak tambang. Hasilnya, KPw BI Kaltim membuat program Mini University.

Mini University sendiri merupakan program wirausaha yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, public skill, dan kapasitas Usaha Mikro Kecil Menengah lokal sehingga dapat mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Kabarnya, program pelatihannya didesain serupa kelas bisnis profesional --setiap pertemuan kelas diberikan materi, pekerjaan rumah, dan pembahasan studi kasus atau success story yang disampaikan oleh praktisi bisnis, dosen, perbankan, serta birokrat terkait. Materi itu sendiri dibuat lebih terarah dan tepat sasaran. Makanya, kurikulum disusun secara kolektif dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah, perbankan, hingga komunitas pengusaha.

Dalam rilis resminya, Kepala KPw BI Kaltim, Muhamad Nur, mengatakan
Mini University sudah dimulai sejak 2016 lalu. Saat itu, peserta didik yang terdaftar mencapai 40 peserta. Di akhir pembelajaran, sebanyak 30 peserta lulus.

Pada 2017, KPw BI Kaltim kembali membuka kelas Mini University. Jumlah pendaftarnya meningkat cukup signifikan. Tercatat lebih dari 500 orang di setiap batch dan bersaing memperebutkan 80 kursi.

"Tingginya animo masyarakat tersebut merupakan respon positif dari masyarakat atas program Mini University yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Sampai dengan tahun 2017, kami telah meluluskan 350 peserta. Dari jumlah tersebut, saat ini sebanyak 97 persen sudah mempunyai kegiatan usaha," kata Nur. (ser)

Reporter : Fai    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0