21 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

ORI Kaltim Klaim Selesaikan 90 Persen Lebih Kasus


ORI Kaltim Klaim Selesaikan 90 Persen Lebih Kasus
Penerimaan siswa baru atau PSB menjadi salah satu kasus yang banyak dilaporkan di ORI Kaltim. (Foto: Google)

KLIKSAMARINDA.COM - Ali Wardana, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Ombudsman Republilk Indonesia Kalimantan Timur, mengklaim telah menyelesaikan 90 persen lebih laporan kasus-kasus yang masuk ke lembaganya.

"Kami masuk dalam 10 besar ORI yang bisa menyelesaikan kasus yang dilaporkan hingga 90 persen itu," katanya, beberapa waktu lalu, seperti dikutip Klik Samarinda di salah satu laman online.

Tahun lalu, ORI Kaltim menerima puluhan laporan dari masyarakat. Mayoritas persoalan mengenai pertanahan, pendidikan, dan kepolisian. (Lihat infografis di bawah)

"Sepanjang tahun 2017 dari laporan yang masuk itu, sebanyak 77 laporan berhasil diselesaikan, sedangkan 7 laporan dalam proses penyelesaian," jelas Ali.

Menurutnya, laporan mengenai pertanahan, pendidikan, dan kepolisian menjadi sorotan karena jumlahnya terbanyak dibandingkan laporan lain.

"Dari subtansi laporan, pertanahan berjumlah 19, pendidikan ada 15, dan kepolisian sebanyak 12 laporan. Sedangkan lainnya soal kepegawaian, jaminan sosial, kesehatan, informasi publik, dan permukiman," sebut Ali.

Laporan mengenai pendidikan itu, terangnya, antara lain berkenaan penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah negeri.Sejumlah sekolah dilaporkan karena dianggap melakukan praktik tidak jujur saat menerima siswa baru, sehingga mengakibatkan putra-putri mereka yang memenuhi syarat malah tidak diterima di sekolah yang bersangkutan.
Termasuk juga kasus-kasus ujian nasional, hingga ujian penerimaan pegawai negeri sipil.

Jika berdasarkan lokasi kejadian, urai Ali, hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur memiliki kasus. Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Pase,r ada dalam daftar ORI Kaltim.

"Kami menargetkan penyelesaian laporan mencapai 100 persen untuk tahun ini. Lainnya juga penguatan jejaring pengawasan pelayanan publik dengan masyarakat sipil, insan pers, lembaga swadaya masyarakat, kelompok atau organisasi keagamaan, kelompok rentan, difablel, dan minoritas," bebernya.

Disamping itu, ORI Kaltim juga melakukan survei kepatuhan standar pelayanan publik di beberapa kota dan kabupaten di Kaltim pada 2017. Diantaranya Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Berau.

"Dari survei itu diketahui Balikpapan yang sebelumnya kuning menjadi hijau, kemudian Kukar juga sudah hijau, tetapi Samarinda masih kuning. Hijau itu menandakan kepatuhan standar pelayanan publik sudah baik, kuning itu sedang, dan merah rendah," tutup Ali. (*)


- Tahun: 2017

- Jumlah Laporan: 84

- Bentuk Laporan
Datang Langsung: 51
Surat: 12
Telepon: 9
Surat Elektronik: 8
Laporan Inisiatif: 2
Media Massa: 2

Reporter : Syarifah Nabilla    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0