15 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Himpunan Mahasiswa Ini Kampanyekan Kawasan Kampus Bebas Dari Kekerasan Seksual


Himpunan Mahasiswa Ini Kampanyekan Kawasan Kampus Bebas Dari Kekerasan Seksual

KLIKSAMARINDA.COM – Perguruan tinggi sebagai pusat laboratorium memiliki andil dalam menciptakan masyarakat adil dan setara. Sebagai upaya menjadikan masyarakat kampus bebas dari kekerasan seksual, sekelompok mahasiwa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol), Universitas Mulawarman (Unmul) mengampanyekan kawasan bebas dari kekerasan seksual di lingkungan kampusnya.

Mereka memasang spanduk bertuliskan ajakan dan peringatan di bawah rindangnya pohon beringin tempat biasa mahasiswa menunggu jam perkuliahan.

KlikSamarinda menjumpai inisiator penggerak di balik seruan spanduk yang berukuran kurang lebih 1x3 meter tersebut. Perempuan berhijab dan berkacamata bernama Sofia Rusdayani menjelaskan tak kalah pentingnya persoalan kekerasan seksual untuk menjadi perhatian masyarakat, terlebih kampus sebagai tempat kaum terpelajar.

Kekerasan yang dimaksud Kepala Departemen Gender Himpunan Mahasiswa Sosiologi itu tak hanya kekerasan seksual secara verbal. Pun, kekerasan seksual non verbal yang kerap terjadi dalam relasi sosial.

“Gerakan perjuangan adanya kawasan bebas dari kekerasan seksual ini patut digaungkan sebagai sarana memberikan edukasi kepada masyarakat kampus terlebih mahasiswa dan mahasiswi tentang sebuah kesetaraan di dunia pendidikan,” ujar Fia sapaannya kepada KlikSamarinda 31 Desember 2018.

Selain itu menurut Fia, kekerasan terhadap perempuan datang dari orang di sekitarnya dalam hubungan relasi atau pacaran. Menurutnya, masih kerap ditemui tindakan memaksakan kehendak dalam pacaran.
Misalkan saja Fia menyebut, perempuan tak menghendaki tangannya dipegang pacarnya. Namun pasangan tetap memaksanya.

Jika itu tak nyaman bagi perempuan, bisa dikategorikan pasangannya melakukan pemaksaan ataupun kekerasan seksual. Sebab, kekerasan bisa terjadi kepada siapapun dan langkah ini bisa mencegah tindakan tersebut.

“Kami ingin mahasiswa dan mahasiswi sadar akan pentingnya berhubungan relasi yang setara dan adil tanpa praktik kekerasan dan watak patriarki yang masih melekat di masyarakat,” ungkapnya lagi.

Di tempat yang sama, Sekretaris Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Putri Dewi Ayu mengatakan, kampanye kawasan kampus bebas dari kekerasan seksual adalah bagian dari program kerja lembaga himpunannya di periode 2017 hingga 2018.

Literasi dan diskusi di dalam kampus mencoba mendekatkan mahasiswa dengan isu kekerasan perempuan yang kemudian bisa membuka persepsi warga kampus. Dengan pengalaman menggalang isu ini. Harapannya, mahasiswa dan mahasiswi dapat bergerak maju dalam arena yang lebih luas berbicara isu perempuan secara konkrit.

Misal, tidak lanjutnya kata mahasiswi semester lima tersebut, kalangan terpelajar ini mendapat ruang menyosialisasikan hal yang sama di sekolah-sekolah. Seminar-seminar isu tentang perempuan dan gender dari lembaga-lembaga yang konsen berbicara kesamaan isu.

“Gerakan ini sebagai garapan awal. Ke depan, kami juga akan terlibat pada peran-peran yang lebih maju lagi,” terang Ayu optimistis. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0