16 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kenalkan Nih, Atlet Asal Samarinda Terbaik Nasional di Olahraga Hoki


Kenalkan Nih, Atlet Asal Samarinda Terbaik Nasional di Olahraga Hoki
Atlet Hoki, Lexy Kristianto. (antara)

KLIKSAMARINDA.COM - Lexy Kristianto menjadi pemain putra terbaik Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hoki Lapangan Piala Presiden 2017. Siswa SMKN 19 Samarinda ini kerap menjadi pemain di tingkat provinsi maupun nasional, untuk hoki lapangan ataupun dalam ruangan (indoor).

Lexy membela Kalimantan Timur di PON XIX Jawa Barat pada 2016 yang berbuah medali emas. Dia kemudian dipanggil ke tim nasional Indonesia untuk Kejuaraan Hoki Piala Tun Abdul Razak di Malaysia yang digelar akhir November 2017.

Terakhir, dia membantu tim putra Kalimantan Timur menjuarai Kejurnas Hoki Lapangan Antarprovinsi Piala Presiden 2017, sembari menyabet gelar pemain putra terbaik di kompetisi yang digelar pada 9-19 Desember 2017 tersebut.

Jejak karier Lexy tergolong unik. Ia mengawali kiprahnya di olahraga ini berbekal sebuah tongkat pinjaman. Lexy meminjam tongkat dari teman.

Ternyata tongkat pinjaman tersebut ikut mengantarnya membantu memenangi kejuaraan hoki tingkat provinsi Kalimantan Timur, pada 2015. Keberhasilan itu memacu semangatnya, dan dia memutuskan membeli tongkat pribadi pertamanya.

"Tongkat itu saya pakai bertanding di pra-PON tahun 2015. Saya beli sendiri setelah menang kejuaraan hoki indoor provinsi. Harganya Rp 1 juta," tutur anak dari pasangan Petrus Paserang dan Yohana ini di Jakarta.

Saat ini, pria yang bermain pada posisi bek tengah ini mengaku sudah tidak lagi menggunakan tongkat pertamanya itu. Dia jadikan pajangan untuk kenang-kenangan. Tongkat bukan satu-satunya tantangan utama atlet kelahiran 13 Desember 1992 tersebut untuk mengembangkan bakatnya di hoki.

Sebab ia dan para peminat olahraga hoki lapangan di Kalimantan Timur justru menghadapi kendala lebih besar, yakni minimnya fasilitas arena berlatih yang sesuai standar.

Hingga saat ini, di Kalimantan Timur hanya terdapat satu arena hoki lapangan, yaitu di Stadion Madya Sempaja, warisan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII pada 2008. Itu pun, permukaan lapangan masih menggunakan rumput, bukan karpet berstandar internasional.

"Kalau latihan permainan biasanya di stadion itu. Namun latihan teknik biasanya di lintasan atletik yang permukannya mirip arena hoki lapangan standar internasional," tutur Lexy.

Ketua pelaksana kejurnas hoki itu, Ardi Poeloengan, menyebut ada beberapa aspek yang dinilai dari seorang pemain agar dapat dinobatkan sebagai yang terbaik. Selain gol, atlet terunggul itu harus memiliki kemampuan teknik individu yang baik dan kehadirannya berpengaruh positif terhadap performa tim.

"Dia bisa membawa tim menjadi lebih baik," ujar Ardi, yang juga anggota bidang organisasi PP FHI.

Kini, Lexy memiliki target untuk bisa masuk ke tim nasional hoki lapangan Indonesia untuk Asian Games 2018 yang digelar di Tanah Air, setelah tidak dipanggil bahkan untuk seleksi timnas SEA Games 2017.

Ini pekerjaan tak mudah karena sebelum menjadi satu dari 18 pemain timnas putra yang dibawa ke Asian Games 2018, dia harus bersaing dengan 30 nama yang akan dipanggil Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (FHI) untuk mengikuti seleksi.

"Mimpi saya adalah bisa membela timnas, membawa nama harum Indonesia di dunia. Untuk jangka panjang, saya mau membawa Kalimantan Timur juara PON 2020," tutur Lexy Kristianto. (*)

Reporter : Omar/Tempo    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0