20 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pakar dan Peneliti Dua Negara Geram dengan Kondisi Alam Kalimantan


Pakar dan Peneliti Dua Negara Geram dengan Kondisi Alam Kalimantan
Matthew Struebig, seorang pakar biologi koservasi di University of Kent, Inggris, saat mengunggah sebuah tweet di akun Twitternya soal kondisi hutan Kalimantan. (Foto: Twitter)

KLIKSAMARINDA - Pakar dan peneliti dari dua negara --Inggris dan Jerman-- menyatakan kegeramannya dengan kondisi alam di Kalimantan saat ini. Sebagai pulau terbesar ketika di dunia dan Asia, Borneo memiliki keanekaragaman tinggi.

Sayang, selama ini, tak ada satupun yang mempersoalkan keberadaan spesies langka yang hidup di belantara Kalimantan. "Saya yakin, satwa langka di Kalimantan sedang terancam," ujar Matthew Struebig, seorang pakar biologi koservasi di University of Kent, Inggris.

/images/img_galeri/685aX9et6U.jpeg

Dikutip kliksamarinda dari Science Daily, Matthew sejatinya telah lama melakukan penelitian di Kalimantan. Untuk menyelamatkan pelbagai satwa langka, Matthew menyarankan agar 4 persen dari luas Pulau Kalimantan dijadikan lahan hutan tambahan.

/images/img_galeri/10ok2.jpg

Merujuk pada hasil penelitian yang dilansir Current Biology Journal edisi 22 Januari 2015, lahan sekira 26 ribu kilometer persegi di Kalimantan dimaksudkan untuk menjaga spesies yang terancam deforestasi dan perubahan iklim.

/images/img_galeri/71ok1.jpg

"Saya dan sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam penelitian itu menggunakan model deforestasi untuk memprediksi wilayah hutan mana saja di Kalimantan yang berpotensi hilang secara perlahan," jelas Matthew.



Reporter : Ken    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0