21 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Penyandang Disabilitas Tuna Rungu Mau Urus SIM D, Ini Syaratnya


Penyandang Disabilitas Tuna Rungu Mau Urus SIM D, Ini Syaratnya
DPD Pospera Tuna Rungu Kaltim saat beraudiensi bersama Polresta Samarinda, Rabu 13 Desember 2017 (foto: Dokumentasi)

KLIKSAMARINDA.COM - Kompleksitas permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas khususnya penyandang tuna rungu di Kaltim secara umum dan khususnya Samarinda memerlukan perhatian dari para pemangku kebijakan lintas sektor tanpa terkecuali sebagaimana amanah konstitusi. Namun faktanya, tidak demikian.

Dalam urusan mendapatkan Surat Izin Mengemudi, misalnya. Penyandang Tuna Rungu dalam menjalankan kehidupan mereka sehari-hari tidak ingin menjadi pelanggar aturan/hukum, sehingga mereka ingin memiliki SIM.

Pengurusan SIM masih dirasakan oleh para penyandang disabilitas khususnya para penyandang Tuna Rungu di Kota Samarinda yang tergabung di dalam wadah DPD Pospera Tuna Rungu Kaltim masih terlalu "ribet".

Jumlah penyandang disabilitas tuna rungu yang tergabung dalam Pospera Tuna Rungu Kaltim untuk pengurusan SIM D mencapai 51 orang. Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Sesuai aturan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikannya berdasarkan pasal 77 ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lebih khusus diatur dalam pasal 80 point E mengenai penggolongan SIM disebutkan bahwa SIM D berlaku untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat. Demikian juga yang diharapkan oleh para anggota Pospera Tuna Rungu Kaltim.

"Itu artinya, UU sendiri telah memberikan perlindungan khusus bagi para penyandang disabilitas. Namun di balik keinginan untuk taat aturan, serta adanya aturan khusus yang melindungi mereka untuk memiliki SIM khusus, mereka belum juga bisa dikhususkan untuk melalui prosedur-prosedur guna mendapatkan lisensi mengemudi yakni SIM D. Dengan demikian, kami menganggap bahwa kita telah melupakan apa yang menjadi kekurangan dari saudara/i kita para penyandang Tuna Rungu dis ini," ujar penggagas Pospera Tuna Rungu Kaltim, Jumintar Napitupulu, Rabu 13 Desember 2017.

Menurut Jumintar, Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan mengatakan, pengurusan SIM D bagi penyandang disabilitas harus melalui prosedur normal sebagaimana masyarakat umumnya, sesuai amanah undang-undang maupun aturan di bawahnya.

Para penyandang disabilitas yang ingin mendapatkan SIM D harus terlebih dahulu untuk memeriksa kondisi fisik, kesehatan penglihatan dan pendengaran. Khusus bagi penyandang tuna rungu jika ingin mendapatkan SIM D harus terlebih dahulu memiliki alat bantu dengar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari ketika mereka mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.

Namun, Jumintar mengatakan jika seluruh penyandang disabilitas yang tergabung dalam DPD Pospera Tuna Rungu Kaltim tidak memiliki alat bantu dengar sebagaimana syarat yang disampaikan oleh Tim Pemeriksa Kesehatan Rujukan Polresta termaksud.

"Boro-boro memiliki alat bantu dengar, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga saja mereka bisa dikatakan masih mengalami kesulitan seiring kesempatan dan peluang untuk berkarya di sektor formal hampir tidak mungkin mereka miliki seiring minimnya nilai demokrasi dalam setiap sektor kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita temui," ujar Jumintar.

Karena itu, DPD Pospera Tuna Rungu Kaltim menganggap apa yang disampaikan oleh pihak Polresta Samarinda tersebut dapat diterima sebagai bentuk penyampaian awal hingga adanya pendiskusian dengan pemangku kebijakan di Polresta Samarinda untuk mencari solusi bagi penyandang tuna rungu se-Kaltim terkhusus yang berada di Samarinda beberapa hari ke depan.

"Demi menghormati apa yang menjadi pesan dari setiap pasal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas," tandas Jumintar dalam rilis yang diterima KlikSamarinda, Rabu 13 Desember 2017. (*)

Reporter :     Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0