18 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ikami Soroti Aparatur Negara Yang Maju di Pilgub Kaltim


Ikami Soroti Aparatur Negara Yang Maju di Pilgub Kaltim
Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (Ikami) Sulawesi Selatan, Habil Ngewa dan ketua Pemuda Hanura Kaltim, Rudi Hartono (Foto: KLIK)

KLIKSAMARINDA.COM - Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (Ikami) Sulawesi Selatan, Habil Ngewa menyatakan keresahan terhadap peta perpolitikan di Kalimantan Timur (Kaltim). Keresahan itu muncul setelah sejumlah tokoh pejabat negara turun ke dalam gelanggang politik praktis jelang Pilgub Kaltim 2018.

Kepada awak media, Habil menjelaskan,"ini jadi persolan, ketika kemudian tupoksi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat ikut cawe-cawe di persoalan politik praktis," ujarnya, Sabtu 9 Desember 2017 saat dijumpai di salah satu cafe di Samarinda.

Sebenarnya, menuut Habil, tidak ada yang salah dengan kondisi tersebut selama peraturan tetap dipenuhi. Namun, masyarakat juga harus dicerdaskan dalam perpolitikan.

Bahwa Kepolisian Republik Indonesia adalah Institusi penegak hukum di bawah payung Negara, persoalan ingin maju di kancah pilgub ini pilihan personalnya. Semua pimpinan institusi keamanan dan pertahanan negara seperti kepolisian dan TNI di daerah juga ingin maju di pilkada serentak.

"Hal ini bisa saja terjadi karena memang tidak ada aturan yang melarang. Ketakutan saya, ajang Pilkada, Pileg, dan Pilgub kabupaten/kota jadi latah. Semua ingin maju ke kontestasi politik daerah," tandas Habil.

Habil justru mendorong agar pesta demokrasi tetap dipercayakan kepada para politisi. Sementara penegak hukum lebih berkonsentrasi kepada pengamanan pelaksanaan pemilihan umum. Namun, kenyataan di lapangan, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak begitu.

Hal tersebut terlalu singkat untuk menjadi garansi seorang pejabat negara di daerah bisa membangun wilayah tersebut. Apalagi, imbuh Habil, untuk menjawab kebutuhan masyarakat di Kaltim.

"Lihat saja Baliho di pos-pos polisi bertebaran dan terpampang foto kampanye bergambarkan wajah Kapolda. Menurut hemat saya, jabatan yang diemban pejabat kepolisian sekelas Kapolda di setiap wilayah berkisar satu sampai dua tahun, di kota dan wilayah yang berbeda," ujar Habil.

Ketua Pemuda Hanura Kaltim, Rudi Hartono, menambahkan, suksesi politik merupakan ruang warga sipil.

"Aparatur negara, ketika masuk ke ranah politik, harus berani menanggalkan baju aparatur negaranya," tutup Rudi di tempat yang sama. (*)

Reporter : Rangga    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0