17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Waspada di Penghujung 2018, Samarinda Rutin Hujan Disertai Angin


Waspada di Penghujung 2018, Samarinda Rutin Hujan Disertai Angin
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKSAMARINDA.COM - Penghujung tahun 2017, warga Samarinda mesti lebih waspada. Pasalnya, musim hujan bakal terus melanda ibukota Kalimantan Timur (Kaltim) dan sekitarnya hingga Februari tahun depan.

Hujan lebat dengan curah hujan tinggi bakal menyebabkan banjir di beberapa kawasan. Terlebih, sebelum hujan turun, angin kencang bakal menyertai.

"Khusus Samarinda, wajib mewaspadai angin kencang. Juga tentunya banjir,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung Samarinda, Sutrisno, Kamis 7 Desember 2017.

Secara umum, lanjut Sutrisno, tekanan udara di Samudera Hindia bagian barat Lampung dan selatan Jawa rendah. Sehingga memicu sirkulasi siklonik.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya daerah belokan angin yang melalui Kaltim, sehingga menyebabkan angin akan bertiup kencang di saat hujan,

Lanjut dia, kondisi tersebut terjadi karena ada tekanan rendah di utara Papua dan sebelah timur Filipina yang mengakibatkan dorongan angin ke arah barat. Sehingga awan akan sering berkumpul di Kalimantan, termasuk Kaltim dan Kaltara. Arah angin umumnya bertiup dari timur ke barat dengan kecepatan 5 sampai 35 kilometer per/jam.

"Jadi, ada peningkatan curah hujan di Samarinda. Dan angin kali ini dari arah Samudra Pasifik ke arah barat. Terkena wilayah Kalimantan," jelasnya.

Diterangkan Sutrisno, biasanya Kaltim masuk musim hujan pada awal November dan belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Sebab, waktu tiba musim hujan tahun ini mundur dari tahun sebelumnya.

"Ini hanya perkiraan. Ke depan, bisa saja ada perubahan. Jadi, kapan berakhirnya musim hujan, akan kami bahas lagi," sebutnya.

Untuk perkiraan cuaca tersebut, dia mengimbau warga untuk waspada terhadap dampak dari musim hujan. Dampak itu baik banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, maupun jalan licin.

Karena itu, saran dia, warga yang tinggal di lokasi titik banjir dan rawan longsor untuk terus waspada. Warga juga wajib menghindari lokasi yang terdapat pohon besar atau tiang dan reklame tinggi.

"Curah hujan tinggi bisa saja membuat tanah menjadi rawan longsor. Dan karena hembusan angin, bisa saja membuatnya pohon tumbang," tutupnya. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0