18 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pengamat Hukum Duga APTISI Nikmati Dana Hibah Dalam Bentuk Bunga Deposito


Pengamat Hukum Duga APTISI Nikmati Dana Hibah Dalam Bentuk Bunga Deposito
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM – Pengamat Hukum Samarinda, Kaltim Roy Hendrayanto mengungkapkan penilaian terhadap kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah yang dikelola Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Kaltim.

Pelanggaran itu terjadi sejak dana hibah digelontorkan Pemprov Kaltim pada tahun 2010 senilai Rp30 miliar dan tambahan Rp5 miliar pada tahun 2015.

Menurutnya, dana hibah kepada APTISI bukanlah hibah abadi. Semestinya, menurut dia, sedari awal dana hibah diperuntukkan bagi penyelenggaraan lembaga pendidikan swasta di Kaltim itu tidak dapat didepositokan.

”Harusnya langsung dibelanjakan untuk kepentingan pendidikan swasta. Kok bisa malah dilipatgandakan di bank,” ujar Roy sapaannya kepada KlikSamarinda Minggu, 26 November 2017.

Pada tahun 2015, Sekretaris Provinsi (Sekrov) Kalimantan Timur (Kaltim), Rusmadi berwenang sebagai kepala birokrasi dan pemerintahan Kaltim. Dugaan pembiaran berbuntut bunga sekitar 8 persen tetap dinikmati secara ilegal oleh penerima dana hibah yang kabarnya sudah dikembalikan kepada Pemprov Kaltim.

“Bunga deposito itulah yang sampai saat ini, setiap tahunnya didapat,” imbuh Roy sapaannya yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut.

Seperti diketahui, pemanggilan Rusmadi oleh Kejati Kaltim terjadi pada Kamis,23 November 2017. Pemanggilan ini dilakukan Tim Satgasus Kejati Kaltim atas dana hibah yang peruntukannya untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kaltim.

Pengusutan kasus tersebut atas adaya laporan Jaringan Mahasiswa Pembaharuan (Jamper) Kaltim kepada Kejati.

Dari laporan yang diterima lembaga yudisial Kaltim tersebut, Kejati langsung melakukan pemanggilan kepada Rusmadi yang juga mencalonkan diri sebagai Bakal calon Gubernur (Bacagub) Kaltim pada pemilu Juni 2018 mendatang.

Tak hanya itu pemeriksaan juga dilakukan kepada mantan Assisten Pemprov Faturahman, Kepala Biro Keuangan Pemprov Kaltim, dan salah seorang lainnya dari kalangan ASN. (*)




Comments

comments


Komentar: 0