21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Polisi Sita Ribuan Kosmetik Illegal di Samarinda, Diduga Barang Impor Yang Dijual Online


Polisi Sita Ribuan Kosmetik Illegal di Samarinda, Diduga Barang Impor Yang Dijual Online
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Aparat dari Tim Satuan Tugas (satgas) Pemberantasan Obat Keras dan Makanan illegal dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Timur dan Polda Kaltim melakukan penyitaan terhadap 81 item produk illegal berbahaya dari sebuah gudang di Samarinda, Senin 13 November 2017.

Tim gabungan Satgas menyita barang-barang illegal tersebut dari sebuah rumah sekaligus tempat penjualan produk-produk illegal yang diduga berasal dari luar negeri.

Produk yang disita Tim Satgas Pemberantasan Obat Keras dan Makanan Illegal dari BPOM Kaltim dan Polda Kaltim ini termasuk produk mewah.

Produk-produk ini menggunakan merk terkenal dari Jerman, China, dan Korea.

Kepala BPOM Samarinda, Fanani Mahmud mengatakan sebagian besar produk illegal yang disita merupakan produk kecantikan yang berfungsi sebagai pemutih kulit dan wajah.

Produk-produk ini dijual langsung dan terbuka bahkan dijual secara online. Para pembeli langsung datang dan mengambil barang di tempat berjualan.

Fanani menghimbau agar masyarakat sadar untuk tidak mengomsumsi produk kosmetik illegal. Karena itu pihaknya telah melakukan sosialisasi. Untuk mengurangi peredarannya, pihaknya langsung melakukan penyitaan setelah menerima informasi dari masyarakat dan melakukan investigasi di lapangan.

"Kemudian kami lakukan pengawasan. Kalau memang cukup bukti, kami lakukan pro justicia. Banyaknya sih enggak. Kami mencarinya ini di daerah-daerah tertentu saja. Informasinya dari masyarakat juga dan hasil investigasi kami kalau banyaknya enggak," ujar Fanani.

BPOM menyita 81 item yang terdiri dari 6.779 pieces produk kosmetik. Jika dirupiahkan, nominal produk illegal ini senilai sekitar Rp610 juta.

Kasubdit III Obat dan Bahan Berbahaya dari Ditreskoba Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustafa mengakui, peredaran obat-obat kosmetik illegal melalui media sosial sangat marak. Melalui Satgas Pemberantasan Obat Keras dan Makanan Illegal, Polda Kaltim melakukan penindakan.

"Kita melakukan koordinasi dengan cyber crime dulu, lah. Karena apa? Dalam hal ini, kan biasa juga dia menjual itu bukan atas nama dia. Iya, kan? Lapak lain, tau-tau, orang ikut mengatasnamakan dia tapi bukan dia. Justru itu, kita koordinasi dengan cyber crime. Peredaran keras yang di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur belum ada laporan," ujar AKBP Mustafa. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0