21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

KAMMI Kaltim Kaltara Datangi DPRD Bahas Soal Penanggulangan Pornografi


KAMMI Kaltim Kaltara Datangi DPRD Bahas Soal Penanggulangan Pornografi
Pertemuan antara KAMMI Kaltim Kaltara bersama anggota omisi IV DPRD Kaltim, Siti Qomariah, 7 November 2017 di Kantor DPRD Kaltim.

KLIKSAMARINDA.COM - Pengurus Perempuan PW KAMMI Kaltim Kaltara melakukan pertemuan dengan anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Siti Qomariah, Selasa 7 November 2017. Pertemuan tersebut membahas masalah pornografi yang marak terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) akhir-akhir ini.

Dalam pertemuan tersebut, KAMMI Kaltim Kaltara menyebutkan jika masalah pornografi merupakan masalah bersama. Pihak yang terkait perlu memperhatikan masalah ini karena sangat berbahaya bagi generasi anak bangsa.

"Salah satunya orang tua yang perlu melakukan pencegahan dan waspada terhadap anak” mereka dirumah. Kejahatan seksual dan pornografi, khususnya pada anak dan perempuan akan menjadi sebuah tantangan terbesar untuk kemajuan dan kebangkitan suatu negara," ungkap salah satu anggota PW KAMMI Kaltim Kaltara.

KAMMI Kaltim Kaltara juga menyoroti kejahatan seksual dan pornografi pada anak dan perempuan. KAMMI ingin melakukan riset terkait kejahatan seksual dan pornografi yang ada di masyarakat, khususnya Samarinda. Riset ini dapat dimasukkan ke dalam naskah akademik dalam pembuatan regulasi atau perda Kaltim terkait kekerasan seksual dan pornografi.

Siti Qomariah menjelaskan bahwa Undang-Undang tentang pornografi telah diatur pemerintah pusat. Undang-Undang ini masih memerlukan sosialisasi ke daerah-daerah. Namun, untuk peraturan daerah belum ada sehingga perlu dikaji dan dibuat naskah akademiknya.

"Tugas KAMMI sendiri dapat membantu dalam hal pembuatan naskah akademiknya. Dalam hal ini, Kemudian, perlu adanya sosialisasi perda kepada seluruh kepala daerah dan masyarakat di Kaltim sehingga dapat mengaplikasikan regulasi tersebut," ujar Siti Qomariah.

Siti Qamariah menjelaskan jika pornografi merupakan narkoba lewat mata (narkolema) sehingga lebih berbahaya dampaknya dibandingkan dengan narkoba yang dikonsumsi dalam bentuk oral, inhaler, dan injeksi. Karena itu, pornografi perlu diberantas dengan regulasi yang tegas.

Adapun peraturan terkait internet atau warnet, media televisi dan sebagainya yang menyiarkan atau memunculkan hal-hal yang berhubungan dengan pornografi, maka regulasi tersebut merupakan ranah kerja dari KPID Kaltim dan komisi I DPRD Kaltim.

"Dalam pembuatan regulasi, naskah akademik, dan pelaksanaannya diperlukan anggaran pemerintah dalam merealisasikannya, sehingga perlu peran dari pemerintah juga untuk mengurangi kasus kejahatan seksual dan pornografi," ujar Siti Qomariah.

Tak lupa, Qamay, sapaannya juga menuturkan hal yang paling penting untuk menghindari pornografi adalah Al-Qur’an. Peran seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah kasus kekerasan seksual dan pornografi, khususnya di Kalimantan Timur.

Selain itu, yang terpenting adalah diri kita sendiri dan mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan melakukan hal yang bermanfaat dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan tuntunan hidup, rajin membaca dan menghapal Al-Qur’an. (Adv)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0