21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Gubernur Kaltara Tegur Wakilnya Secara Tertulis, Ada Apa?


Gubernur Kaltara Tegur Wakilnya Secara Tertulis, Ada Apa?

KLIKSAMARINDA.COM - Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, menegur wakilnya, Udin Hianggio. Teguran tersebut tertulis dan resmi dengan kop surat Gubernur Kalimantan Utara tertanggal 9 Oktober 2017.

Surat teguran ini beredar luas di media sosial, Minggu 22 Oktober 2017. Surat teguran tersebut bernomor 100/1.275/SETDA.I dengan sifat penting perihal Teguran Tertulis dengan tujuan Sdr. H. Udin Hianggio (Wakil Gubernur Kalimantan Utara).

"Selanjutnya sesuai Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.890/2016 Tanggal 26 November 2016 Tentang Tugas Wakil Gubernur dan Pendelegasian Wewenang Sebagian Tugas Gubernur Kalimantan Utara kepada Wakil Gubernur Kalimantan Utara, maka dengan ini disampaikan peringatan/teguran tertulis kepada Saudara," demikian tertulis dalam paragraf pertama kalimat kedua surat teguran tersebut.

Dalam isi surat tersebut, Gubernur Irianto mencatatkan 6 alasan tegurannya terhadap Wakil Gubernur Udin Hianggio.

1. Tidak melaksanakan dan melaporkan tugas-tugas sebagaimana Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.890/2016

2. Tidak mematuhi pelaksanaan tertib administrasi dalam menjalankan perjalanan dinas (tanpa izin) sesuai dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 47 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Perjalanan Dinas Bagi Gubernur, Pimpinan dan Anggota DPPRD, PNS Daerah, CPNS Daerah, dan Tenaga Non PNS di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara

3. Tidak melakukan koordinasi yang harmonis baik vertikal maupun horizontal sehingga berakibat dis-sinkronisasi pelaksanaan tugas antar SKPD

4. Tidak menjaga komitmen bagi terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik dengan sering melontarkan pernyataan apriori baik di media maupun kepada masyarakat

5. Tidak mendukung kebijakan kepala daerah dengan melakukan kegiatan-kegiatan kontra produktif terhadap kebijakan pembangunan yang telah diharapkan

6. Perlu saya ingatkan kembali, komitmen dan sumpah Saudara yang pernah Saudara sampaikan kepada saya,"bahwa Saudara bersumpah Demi Allah akan setia mendampingi saya hingga akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara hingga akhir masa jabatan pada 12 Februari 2021". Namun faktanya, Saudara melanggar sumpah Saudara sendiri melalui "manuver-manuver politis" dan perilaku Saudara yang melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, berdasarkan pasal 55 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ditegaskan "Wakil Kepala Daerah (Wakil Gubernur) BERTANGGUNG JAWAB kepada Kepala Daerah (Gubernur). (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0