21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

PLTU Milik PT Indominco Mandiri Diduga Sebabkan Pencemaran Lingkungan


PLTU Milik PT Indominco Mandiri Diduga Sebabkan Pencemaran Lingkungan
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Perusahaan tambang batubara PT. Indominco Mandiri adalah perusahaan yang beroperasi di tiga kawasan di Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Bontang, dan Kutai Timur. Tambang batubara ini juga mendapat izin istimewa untuk menambang di kawasan hutan lindung.

Selain aktivitas pengerukan batubara, PT Indominco juga memiliki pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 2X7 Mw. PLTU ini berada di Desa Santan Tengah dan Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, Kukar.

Nah, pada 19 Oktober 2017, Pengadilan Negeri Tenggarong melakukan sidang lapangan di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT. Indominco Mandiri. Sidang lapangan ini terkait kasus dugaan pembuangan limbah fly ash dan bottom ash yang ditengarai dilakukan tanpa izin oleh PT Indominco Mandiri.

Temuan awal berdasarkan hasil Pengawasan Izin Lingkungan oleh Pejabat Pengawas lingkungan Hidup (PPLH KLHK) pada 3-5 September 2015 lalu. Karena temuan ini, PT Indominco Mandiri diduga melanggar pasal 103,dan 104 Jo pasal 116 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Hadir dalam sidang lapangan ini, Nasrullah Kepala Desa Santan Tengah, dan beberapa perwakilan warga Santan Ilir dan Santan Tengah. Namun tidak semua warga diperbolehkan untuk masuk di lokasi sidang lapangan yang dilakukan.
Taufik salah satu warga Santan Ilir yang ikut mengawal proses sidang ini megatakan ada kekecewaan karena tidak dilibatkan dan merasa dihalangi oleh pihak keamanan perusahaan.

"Padahal warga yang paling pertama mendapatkan dampak dari aktifitas PLTU adalah warga Santan karena terdampak debu, dan asap," ujar Taufik.

Warga Santan, Marangkayu menegaskan akan mengawal kasus ini sampai selesai,
"Sudah cukup Sungai Santan yang dicemari. Jangan lagi menambah pencemaran melalui diudara dan air tanah," tandas Romiansyah, salah seorang warga lainnya.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang mengatakan, kasus pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Indominco Mandiri ini terungkap pada September 2015 lalu. “Kasus ini dilaporkan warga ke KLHK, KLHK kemudian yang memproses hukum,” ungkapnya.

Menurutnya, PT Indominco memang harus diadili mengingat tempat pembuangan limbah fly ash dan buttom ash tidak dilapisi semen sehingga mencemari tanah dan udara. “Selain itu, tempat pembuangan itu tidak berizin,” tegasnya.

Persoalan yang melibatkan PT Indominco Mandiri bukan kasus limbah B3 ini saja. Beberapa kasus lainnya juga menyudutkan perusahaan PKP2B tersebut.

“Ini persoalan kompleks yang dilakukan PT Indominco. Ada lagi soal pemotongan sungai santan dan menambang di luar konsesi,” terangnya.

Kasus ini sendiri membuat PT Indominco didakwa pasal 104 junto pasal 116 Undang-Undang nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan. (*)

Reporter : Afwan Zaid Husein    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0