17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

BPOM Samarinda: Obat PCC Dilarang sejak 2013, Ini Alasannya


BPOM Samarinda: Obat PCC Dilarang sejak 2013, Ini Alasannya

KLIKSAMARINDA.COM - Beberapa waktu lalu di Ibukota Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda beredar obat bertuliskan PCC. Parahnya, warga Kota Tepian sendiri yang mengedarkannya di beberapa tempat.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, Fanani Mahmud menuturkan tablet PCC mengandung karisoprodol. Karisoprodol merupakan golongkan obat keras dan dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya.

BPOM RI memaparkan obat yang mengandung zat aktif karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot namun hanya berlangsung singkat. Zat ini di dalam tubuh akan segera dimetabolisme menjadi metabolit berupa senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan (sedatif).

Penyalahgunaan Karisoprodol digunakan untuk menambah rasa percaya diri, sebagai obat penambah stamina. Bahkan, obat ini juga digunakan oleh pekerja seks komersial sebagai 'obat kuat'.

Dan, lanjutnya, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013

"Ada suatu produk, merk tertentu yang tabletnya terstempel 'PCC'. PCC sendiri itu bukan mengandung karisoprodol. Sudah dikaji manfaatnya dan diputuskan pada 2013, obat itu dinyatakan terlarang," ucapnya pada KlikSamarinda beberapa waktu lalu.

Pun, semenjak tahun 2013 lalu, obat yang mengandung karisoprodol sudah ditarik dan dimusnahkan. Fanani juga menyampaikan bahwa yang produk yang muncul saat ini merupakan produk ilegal.

"Dan proses pemusnahannya juga diawasi oleh BPOM," terangnya.

Lebih lanjut, menanggapi hasil temuan beberapa waktu lalu, BPOM Samarinda selalu bekerjasama melakukan inspeksi ke berbagai tempat saran legal penjualan obat. Fanani menyebutkan, dari hasil inspeksi hingga saat ini sama sekali tidak ditemukan obat dengan kandungan karisoprodol di sarana legal.

"Terkait hasil temuan sebelumnya, kita telah melakukan inspeksi bersama kepolisian di sarana legal. Di sarana legal, kami tidak menemukan PCC. Waktu itu, pihak Kepolisian mendapatkan temuan di sarana ilegal," pungkasnya. (*)

Reporter : NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0