20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pengamat Ekonomi Kaltim: Usaha Lokal Punya Peran


Pengamat Ekonomi Kaltim: Usaha Lokal Punya Peran
Saban hari, puluhan kapal tongkang hilir mudik di sungai Mahakam, Samarinda, mengangkut batu bara. Pertumbuhan ekonomi Kaltim masih bertumpu pada sektor ini. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Hasil kuartal pertama 2015 yang dilansir Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Pusat Statistik (BPS) jelas memposisikan Kalimantan sebagai daerah paling rendah dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan presentase hanya sekira 1 persen, Borneo dianggap terlalu bertumpu pada komoditas batu bara sebagai sektor utama.

Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Aji Sofyan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah sejatinya punya peran besar. Terutama untuk menyokong pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih, bagi Aji, keberadaan mereka banyak mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kalimantan Timur.

Aji menjelaskan, geliat ekonomi di Kaltim hanya bisa digerakkan oleh pelaku usaha di wilayah ini. Makanya, lanjut Aji, pemerintah daerah diminta lebih berperan untuk memfasilitasi dan menyokong geliat ekonomi lokal.

"Pengusaha lokal sebenarnya inti yang membentuk daya saing masyarakat di Kaltim. Pertanyaannya, bagaimana pengusaha Kaltim membentuk daya saing masyarakat ini?" tanya Aji.

Disamping itu, Aji menerangkan, sektor di Kaltim saat ini masih didominasi industri ulu yang memanfaatkan sumber daya alam tidak terbarukan. Contohnya adalah batu bara serta minyak dan gas bumi (migas).

Kondisi ini, diakui Aji, sangat mengkhawatirkan. Sebab di masa mendatang, sudah pasti akan menjadi hambatan serius pertumbuhan ekonomi.

Makanya, Aji mengusulan, para pelaku usaha mulai menggerakkan roda bisnisnya ke sektor potensial dan mampu terbarukan. Sebut saja seperti bidang pertanian, perkebunan, serta pengolahan SDA.

“Paradigma ekonomi Kaltim harus diubah dari eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan ke sektor pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang terbarukan,” sebutnya. (*)


Presentase Pembangunan di Kaltim Medio 2014

59,82 persen
Struktur ekonomi Kaltim didominasi sumber daya alam tak terbarukan

Rincian:
47,98 persen - pertambangan dan penggalian
11,84 persen - pengolahan migas

 

Sumber: Pemprov Kaltim

Reporter : Ken    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0