23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

BNNP Kaltim Tangkap Ketua Geng Motor dan Pengelola EO Yang Tanam Ganja


BNNP Kaltim Tangkap Ketua Geng Motor dan Pengelola EO Yang Tanam Ganja
Barang bukti berupa pohon ganja yang ditanam SN pada polybag (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk terjun ke bisnis narkoba. Salah satunya yang dilakukan SN, ketua komunitas motor yang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Pria ini nekat menanam ganja di dalam polybag. Tak hanya itu, SN juga nekat mengedarkannya ke anggota komunitas motor yang dipimpinnya.

SN yang menjadi ketua komunitas motor antik di Kukar menjadi pemilik dan penanam 15 pot tanaman ganja. Tanaman haram itu disita petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim, Kamis siang 10 Agustus 2017.

Petugas BNN Kaltim menangkap SN di rumahnya di kawasan Dusun Loa Kulu Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar. Petugas menangkap SN bersama rekannya TN yang merupakan salah satu event organizer (EO) acara komunitas motor di Tenggarong Kukar dan Samarinda.

Petugas juga menyita barang bukti 15 pot tanaman ganja, daun kering ganja, tembakau, dan bubuk teh kertas linting dan bibit ganja yang disimpan dalam botol bekas permen.

Kepala Bidang Penindakan dan Pemberantasan BNNP Kaltim, AKP Tampubolon mengatakan, kasus ini terbongkar karena tertangkapnya warga yang sedang menggunakan ganja di Kota Balikpapan.

Setelah melakukan pengembangan, BNNP Kaltim mendapatkan lokasi keberadaan kebun ganja yang dikelola SN dan TN.

Petugas memastikan keduanya sengaja menanam ganja sendiri mengingat semakin ketatnya operasi yang dilakukan pihak kepolisian dan BNNP Kaltim untuk mencegah masuknya berbagai macam jenis narkoba.

Terbukti, mereka memiliki banyak bibit ganja yang belum disemai. Bahkan di beberapa polybag terlihat ada tanaman ganja baru.

"Jadi itu tanaman ditanam di pot. Kemudian pot ini dibuat di antara tanaman-tanaman yang lain. Kemudian ada yang di samping rumah. Ada yang di samping pohon-pohon lain. Tidak terhimpun menjadi satu tempat. Seperti taman bunga. Ada komunitas-komunitas, kelompok sepeda motor jenis tertentu yang menjadi pelanggan dia," ujar AKP Tampubolon.

Aksi keduanya terbilang nekad. Untuk menutupi usaha mereka, meski banyak warga yang kerap datang untuk melihat bunga-bunga koleksi mereka. Keduanya mampu bisa menyembunyikan pohon berbahaya itu dari warga sekitar. (*)

Reporter : M4N    Editor : Sanusi Bachtiar



Comments

comments


Komentar: 0