20 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kepemimpinan Trump dan Dampaknya Terhadap Indonesia


Kepemimpinan Trump dan Dampaknya Terhadap Indonesia
Presiden AS, Donald Trump (Foto: Ist)

Penulis: M. Dudi Hari Saputra
(Secretary Executive Indonesia Public Policy & Business Development (IP&B) – Jakarta)

Ide Global Village dan Tantangannya

Sekitar 50 tahun yang lalu, McLuhan (1962) memprediksi bahwa sedang terjadi pembentukan global village atau “desa dunia”, tempat dunia ditandai dengan fanatisme identitas yang semakin menurun, bertambah pesatnya perkembangan teknologi, dan informatika yang mendukung percepatan dunia tanpa batas.

Pemikiran ini didukung lagi dengan tulisan Francis Fukuyama di dalam buku The End Of History and The Last Man (1992), yang menjelaskan bahwa perdebatan dialektis filosofis dan dialektis historis (sejarah) telah berakhir dan dimenangkan oleh pemikiran demokrasi liberal, kemenangan ini tidak saja di dalam ranah pemikiran tetapi juga di peristiwa nyata global.

Secara pemikiran kemenangan ini menurut Francis Fukuyama ditandai dengan berhasilnya paradigma ini dalam menemukan sintesis dan menjembatani kontradiksi yang selama ini menjadi perdebatan di Barat. Pandangan marxisme matrealisme dialektika yang mengatakan bahwa permasalahan pokok di dunia disebabkan adanya pertentangan ekonomi antara kelas borjuis (pemilik modal) dan kelas proletar (buruh/pekerja) telah berakhir dengan berhasilnya demokrasi liberal terutama yang diterapkan oleh Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Demokrasi liberal telah menjadi paham universal yang bisa diterapkan oleh siapa saja dan negara mana saja. Karena, prinsip-prinsip universalnya yang mampu memberikan kehidupan yang egaliter-adil dan makmur.

Tapi apakah pendapat itu aksiomatik? Setidaknya kolumnis terkenal Thomas Friedman mencoba mengevaluasi pandangan tersebut dengan bukunya The World is Flat yang mengangkat diskusi tentang isu-isu kosmopolitan. Singkatnya Friedman menjelaskan bahwa era globalisasi memiliki efek keberhasilan sekaligus kegagalan.

Keberhasilan ini ditandai dengan penurunan hambatan negara-negara selatan untuk meraih kesejahteraan, yang dulu hanya dimiliki negara-negara di belahan utara bumi (Amerika Serikat dan Uni Eropa) dan sekarang mulai menyebar ke negara-negara di belahan bumi selatan seperti Indonesia, India, Brazil dan Afrika Selatan.



Reporter :     Editor : Dwi Hendro B



Comments

comments


Komentar: 0