23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tinjau Proyek Jembatan Kembar di Samarinda, Pansus LKPj DPRD Kaltim Kecewa, Kok Bisa?


Tinjau Proyek Jembatan Kembar di Samarinda, Pansus LKPj DPRD Kaltim Kecewa, Kok Bisa?
Pansus LKPj DPRD Kaltim saat meninjau proyek pembangunan Jembatan Kembar Mahakam, 5 Juli 2017 (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKSAMARINDA.COM – Pukul 10.30 WITA, kendaraan dinas jenis Air Bus VIP milik Kesekretariatan DPRD Kaltim yang berisi Panitia khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2016 mulai bergerak.

Dari Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, bus menuju Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam, untuk meninjau progres pengerjaan Jembatan Mahakam Kembar.

Ditemani sejumlah staf ahli DPRD serta staf pegawai kesekretariatan, anggota Pansus yang dikomandoi Rusianto langsung disambut pegawai Dinas PU Kaltim selaku PPTK Jembatan IV Kembar Samarinda.

Namun, sangat disayangkan, Kadis PU Kaltim Taufik Fauzi tidak hadir dalam agenda peninjauan proyek Multy Years Contrac (MYC) tersebut.
Sebelum meelakukan peninjauan secara menyeluruh, anggota Pansus LKPj melakukan dialog bersama pihak kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) dan PT PP selaku penanggung jawab pelaksana kontruksi Jembatan Kembar.

Dimulai dari jalan cor beton dan drainase, anggota Pansus saat melakukan agenda kroscek sangat kecewa dengan pekerjaan kontraktor. Bagaimana tidak, pekerjaan jalan cor beton menuju fly over Samarinda terlihat sangat rabuk atau tidak merekat kuat.

Kondisi tersebut diperparah saluran drainase yang minim untuk megalirkan air ke anak sungai yang langsung menjurus ke Sungai Mahakam. Sedangkan sementara ini, kondisi air Sungai Mahakam yang terkadang meluap dan ditambah genangan air kala hujan mendera kawasan tersebut.

Ujungnya menyebabkan genangan air hujan yang lambat turun ke Mahakam sehingga Jalan Slamet Riyadi (Depan Polresta Samarinda , Red) kerap mengalami banjir hebat.

“Kenapa pekerjaan cor dan drainasenya seperti minim material dan tidak rapi? Tolong diperbaiki, Pak. Kami lihat pengerjaannya tidak rapi sekali ini,” ucap anggota pansus LKPj DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono kepada pihak kontraktor sembari menujukan titik masalah yang dimaksud, saat meninjau lokasi proyek tahun jamak tersebut, Rabu 5 Juli 2017.

Ketika pansus bergerak lagi, rombongan berhenti di lokasi tepat aliran anak Sungai Mahakam yang tidak ditutup penghalang. Hal ini sangat rawan sebab kawasan tersebut masih dalam tahap area pengerjaan dan bisa mencelakai warga terlebih anak-anak. Kendati aktivitas saat peninjauan berlangsung pekerjaan masih terlihat nihil.

Seperti diketahui, pembangunan Jembatan Kembar diprediksi memakan anggraan dengan total Rp800 miliar. Proyek ini menggunakan kontruksi jalan layang dan pelengkung baja serta bentang panjang.

Sementara, Jalan penghubung jembatan itu memiliki panjang 386,65 meter, pembangunan jalan pendekat di sisi Samarinda kota menelan dana sebesar Rp232,82 miliar.

Sedangkan untuk sisi Samarinda Seberang (Jalan Cipto Mangunkusumo, Red) menelan anggaran Rp231,97 miliar, dan untuk bentang tengah membutuhkan anggaran senilai Rp190,89 miliar.

Namun saat peninjauan progres pengerjaan disalah satu pilar seksi tiga yang disambangi rombongan pansus, kemajuannya sama sekali tidak menggembirakan.

“Dilihat dari kondisi progresnya kami akan evaluasi lagi anggaran, dan berupaya agar kucuran dana kembali mengalir. Jelas ini tidak sesuai target yang ditentukan,” imbuh Politisi Partai Golkar tersebut saat diwawancarai KlikSamarinda.

Total proyek multiyears itu menghabiskan dana Rp655,68 miliar. Anggaran tersebut untuk membangun dua sisi jalan pendekat sekaligus bentang tengah jembatan.

Namun pilar yang ada belum 100 persen rampung dan hanya sekitar 40 persen saja. Jika jembatan itu rampung dan dapat digunakan tahun depan (2018), anggota DPRD Kaltim berharap dapat mengurai kemacetan.

Pasalnya, Jembatan Mahakam di sebelahnya, yang dibangun pada tahun 1987 itu, tidak lagi sanggup mencover mobilitas masyarakat, baik dalam Kota Samarinda maupun luar Kota Samarinda. (Adv)




Comments

comments


Komentar: 0