17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Girls, Jangan Anggap Enteng Penyakit Ini, Ya


Girls, Jangan Anggap Enteng Penyakit Ini, Ya

KLIKSAMARINDA.COM - Di banyak referensi umum kesehatan di Indonesia, kanker serviks menjadi penyakit mematikan nomor 1. Tidak hanya di Tanah Air, seluruh dunia menganggap kasus itu serupa.

Ciri-ciri kanker di leher rahim tersebut kerap luput dari pengetahuan kaum perempuan. Namun gejala-gejala dini itu bisa diketahui dan menjadi kewaspadaan untuk segera bertindak aktif.

Yakni, pendarahan di luar jadwal menstruasi. Menstruasi lebih lama dan banyak dari biasanya. Mudah terjadi pendarahan, misalnya setelah berhubungan seksual atau pemeriksaan panggul dengan memaksukkan alat ke jalan lahir.

Selain itu, nyeri selama berhubungan seksual. Lalu nyeri di sekitar pinggul dan pendarahan pasca menopause ditandai kemunculan pendarahan yang tiba-tiba. Tak hanya itu, keputihan yang tidak biasa seperti lebih banyak, berwarna merah muda dan berbau tak sedap.

Ciri lainnya adalah adalah kehilangan nafsu makan dan berat badan yang turun drastis tanpa sebab yang jelas. Selain itu mudah sekali merasa lelah dan lemas. Sakit punggung, nyeri kaki atau bengkak pada kaki.

Keluar cairan urine dari jalan lahir. Mudah mengalami patah tulang. Sembelit darah dalam urin (Hematuria), hilangnya kontrol kandung kemih (Urinary incontinence).

Menurut dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Samarinda, dr. Rosana Jaqualine, kasus penyakit tersebut bisa dideteksi. Pun usia perempuan yang rentan mengalami kasus tersebut adalah mereka yang sudah menjalani pernikahan antara umur 17 sampai dengan 65 tahun.

Dengan menjalani tahapan pemeriksaan yang biasa disebut papsmear dan pemberian vaksinasi guna mencegah penyebaran virus kanker semakin ganas.

"Pemeriksaan dan vaksinasi diberikan selama satu tahun secara berkala," ujar dr Ros sapaanya.

Lebih lanjut kata Ros, kesadaran pentingnya kesehatan reproduksi tidak hanya menjadi pemahaman bagi kaum perempuan namun juga masyarakat sekitar.

"Peran keluarga juga sangat penting memberikan edukasi, tak perlu malu diperiksa. Ini demi kesehatan dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik," ungkap dr tetap RSHD itu kepada KlikSamarinda.com.

Kecendrungan tidak pede dikalangan perempuan melihat metode pemeriksaan umum dalam penanganan pemeriksaan ini cukup menjadi penghalang. Oleh sebab itu, perempuan harus lepas dari stigma tabu yang masih melekat dalam masyarakat, sehingga kesehatan dan performa perempuan menjalani aktivitas sehari-hari maksimal dilalui pada masa umum produktif. (Adv)




Comments

comments


Komentar: 0