23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Politisi Gerindra Asal Samarinda Luther Kombong Meninggal Dunia


Politisi Gerindra Asal Samarinda Luther Kombong Meninggal Dunia
Luther Kombong

KLIKSAMARINDA.COM - Anggota Komisi IV DPR RI, Luther Kombong, meninggal dunia. Luther Luther merupakan kader Partai Gerindra.

Dirinya dikabarkan meninggal setelah mendapat perawatan di Singapura akibat penyakit jantung, Jumat dinihari 9 Juni 2017.

Informasi meninggalnya Luther dibenarkan oleh kalangan internal Partai Gerindra.

“Ya benar, sudah confirmed,” kata Ketua DPP Gerindra, Sodik Mudjahid, ketika dikonfirmasi, Jumat 9 Juni 2017.

Hingga kini informasi lengkap masih ditunggu dari pihak staf ahli Luther. Yang jelas, menurut Sodik, Luther memang tengah sakit sejak lama dan menjalani pengobatan di Singapura.

Luther selama ini bertugas di Komisi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan.

Luther Kombong merupakan politisi asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Luther pernah menjadi pegawai negeri sipil di Dinas Kehutanan hingga tahun 1985, lalu menjadi Direktur Utama PT. Pancakarya Margabhakti, dan PT. Dwiwira Lestari Jaya.

Luther masuk ke parlemen dengan menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2004-2009 dan 2009-2014. Lalu pada tahun 2014 dia masuk Partai Gerindra dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI 2014-2019 Dapil Kaltim-Kaltara.

Beberapa sikapnya yang tercatat di DPR, Luther termasuk yang mendukung RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, serta Petambak Garam. Dia juga pernah menyuarakan agar pemerintah perlu membangun perumahan-perumahan rakyat untuk nelayan di pulau-pulau terluar Indonesia.

Soal kasus kebakaran hutan, Luther mengapresiasi dibentuknya tim pengawas hutan yang melibatkan banyak elemen termasuk TNI. Namun Luther merasa anggarannya terlalu besar dan tanggung jawabnya harus diserahkan ke Pemda.

Luther juga mengimbau Kementerian LHK untuk konsentrasi ke program penghijauan karena banyaknya lahan yang statusnya kritis.

Reporter :     Editor : Klik Samarinda



Comments

comments


Komentar: 0