21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Berkah Ramadan


Berkah Ramadan
Iklimah Septiana S. Pd

Opini: Iklimah Septiana S. Pd

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Pada bulan ini, segala amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT serta pintu-pintu surga dibuka seluas-luasnya dan pintu-pintu neraka ditutup.

Oleh sebab itu, bulan Ramadan merupakan kesempatan yang sangat berharga yang ditunggu-tunggu dan selalu dirindukan oleh kaum muslimin yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah SWT yang ingin meraih ridho-Nya.

Karena keutamaan dan keagungan bulan suci ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyampaikan berita gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan yang penuh berkah ini.

Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan kalian berpuasa padanya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu. Pada malam itu terdapat malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan”.

Imam Ibnu Rajab mengomentari hadist tersebut dan berkata, “ Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa dan ingin bertaubat serta kembali kepada Allah SWT tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang berakal tidak gembira ketika para setan dibelenggu?”

Dahulu para ulama sebelum datangnya bulan Ramadan mereka berdoa dengan bersungguh-sungguh kepada Allah SWT agar mereka dapat mencapai bulan yang mulia dan agung ini, karena sampainya di bulan ini merupakan nikmat yang amat besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik dan hidayah oleh Allah SWT.

Mu’alla bin Al Fadhl berkata, ”Dulu (Para salafusshaleh) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar Alah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya selama enam bulan berikutnya agar Dia menerima amal-amal sholeh yang mereka kerjakan.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita sebagai seorang muslim meneladani para ulama terdahulu dalam menyambut datangnya bulan Ramadan, bersungguh-sungguh berdoa dan mempersiapkan diri untuk mendulang pahala amal-amal shaleh yang kita kerjakan, memohom ampunan serta mengharap keridhoan-Nya, agar di akhirat kelak kita akan merasakan kebahagiaan dan kegembiraan saat bertemu Allah SWT dan mendapatkan ganjaran yang sempurana dari amal kebaikan yang kita kerjakan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Orang-orang yang berouasa akan merasakan dua kegembiraan besar yaitu kegembiraan saat berbuka puasa dan kegembiraan saat dia bertemu Allah. Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan banyak berbelanja baik makanan, minuman, pakaian, perabotan dan lain sebagainya, dan bukan pula mengisi waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan melalaikan.

Persiapan yang dimaksud di sini ialah mempersiapkan diri kita lahir dan bathin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan mulia ini dengan keikhlasan dan aktivitas ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah. Karena sempurna atau tidaknya ganjaran yang didapat dari amal sholeh tersebut tergantung dengan sempurna atau kurangnya keikhlasan dan sesuai atau tidaknya ibadah tersebut dengan tuntunan Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah Sholallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh seorang hamba benar-benar melaksanakan sholat, tetapi tidak dituliskan baginya pahala kebaikan sholat tersebut kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, seperduanya”. Juga dalam hadits lain beliau bersabda, ”Terkadang orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puassanya kecuali lapar dan dahaga saja".

Dengan demikian, bulan Ramadan merupakan kesempatan emas bagi orang-orang yang merasa memiliki dosa di hadapan Allah, karena jika tidak memohon ampunan Allah terhadap dosa-dosa yang telah kita kerjakan, tentu akan membuahkan penyesalan, kesedihan dan rasa takut kelak pada hari pembalasan.
Rasulullah shollallahu‘alaihi wa sallam bersabda,”Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka seorang muslim tidak akan melewatkan kesempatan mulia ini. Baginya dunia dan seisinya tak berarti apa-apa dibandingkan dengan rahmat dan ampunan Allah SWT. Inilah kenikmatan hakiki dan kebahagiaan sejati yaitu dengan menjadi sosok yang bertakwa. Dengan ketakwaan itulah seorang muslim menjadi mulia dan dicintai rabb-Nya. Allahul Musta’aan.

Reporter :     Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0