21 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Tanah Longsor, Dua Rumah Rusak Parah


Tanah Longsor, Dua Rumah Rusak Parah
Rumah di Jalan Wira Tirta, RT 17 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, rusak parah akibat longsonr Sabtu 13 Mei 2017 (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Curah hujan yang cukup tinggi di Kota Samarinda sejak Jumat malam 12 Mei 2017, mengakibatkan tanah di sebagian daerah berbukitan bergerak.

Dampaknya, sebuah rumah milik Ana ambruk tertimpa material tanah di Ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini, Sabtu pagi 13 Mei 2017.

Sementara puluhan rumah lainnya terancam bencana serupa. Peristiwa ini menimpa warga Jalan Wira Tirta, RT 17 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Warga terlihat bergotong royong menyelamatkan barang milik keluarga yang rumahnya tertimpa material tanah dan rumah milik rumah singgah milik Pemkab Kutai Barat (Kubar).

Satu per satu barang milik Ana korban tanah longsor dikeluarkan dari rumah kayu berwarna merah putih. Meski masih dalam keadaan berbahaya, warga tetap nekat memasuki rumah. Padahal, rumah telah mengalami kerusakan mencapai 70 persen.

Warga kemudian mengeluarkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Termasuk baju-baju dari dalam lemari yang tertindih material bangunan.

Kejadian longsor ini terjadi Sabtu dini hari, pukul 02.00 WITA. Penghuni rumah singgah Pemda Kubar tengah istirahat. Penghuni rumah singgah segera terbangun dan segera menyelamatkan diri saat kejadian.

Rumah permanen yang telah berumur 20 tahun ini akhirnya tergerus terbawa material tanah dan menimpa rumah warga yang disewa Ana.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Para mahasiswa yang menempati rumah singgah ini langsung mengungsi ke rumah warga di sekitar tempat kejadian. Sementara rumah kayu yang yang tertimpa sudah dalam keadaan kosong.

Penghuni rumah memilih meninggalkan rumah dan menetap di rumah warga yang tidak jauh dari rumahnya. Ana mengaku saat kejadian rumah yang akan dijual ini sudah tidak ditempati oleh penyewanya.

"Sudah terasa dari parit itu. Hujan goyang terasa turapnya itu sempat bunyi. Lalu cepat menghindar," ujar Ana menerangkan peristowa yang menimpanya.

Lurah Sidodadi, Kapti mengatakan, bencana longsor yang terjadi di daerahnya sudah berulang kali terjadi. Pasalnya, daerah di wilayahnya berkontur bukit dan rawan longsor.

"Ini, kan memang daerahnya pegunungan. Jadi memang rawan longsor. Kemarin di depan sini. Kita menghimbau warga supaya berhati-hati aja sih kalau di daerah pegunungan," ujar Kapti.

Meski masih rawan, warga belum dapat melakukan langkah-langkah evakuasi. Warga mengaku masih memilih tetap menempati rumah mereka karena belum terdampak langsung. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0