24 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ternyata, Ini Sanksi Hukum Penyebaran Hoax Yang Dijabarkan Kepada Mahasiswa Polnes


Ternyata, Ini Sanksi Hukum Penyebaran Hoax Yang Dijabarkan Kepada Mahasiswa Polnes
Gerakan Jurnalis Anti Hoax Kaltim menggelar talkshow di lingkup perguruan tinggi (PT) Politeknik Negeri Samarinda, Jum\'at, 12 Mei 2017. (Foto:KLIKSAMARINDA.COM)

KLIKSAMARINDA.COM - Perlawanan terhadap penyebaran informasi atau berita palsu (hoax) di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin meluas. Forum Gerakan Anti Hoax Kaltim yang merupakan gabungan jurnalis Kaltim secara rutin menggelar sosialisasi dan kampanye hingga beragam program memberantas berita hoax.

Yang terbaru, Gerakan Jurnalis Anti Hoax Kaltim menggelar talkshow di lingkup perguruan tinggi (PT) Politeknik Negeri Samarinda, Jum'at, 12 Mei 2017.

Salah satu pembicara, Kasubbag Humas Polres Samarinda, Ipda Donovan menjelaskan hukum yang dapat menjerat pelaku penyebar hoax di hadapan mahasiswa dari berbagai fakultas di Politeknik yang hadir.

Dirinya menghimbau, hoax merupakan bahaya yang harus ditangkal. Pasalnya, seseorang menyikapi pemberitaan dengan tidak cermat dan benar akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ia menuturkan, ada beberapa peraturan yang dapat diberlakukan. Di antaranya pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE serta UU KUHP tentang pencemaran nama baik.

"Tidak main-main, bagi Anda yang suka mengirimkan kabar hoax, atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan (forward -- Red), harap berhati-hati. Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliar," tegasnya.

Menurut Danovan, mulai sekarang setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan. Dia juga meminta kalangan pendidikan jika mendapat pesan hoax berantai (viral) agar tak sembarang menyebarkannya.

"Di Samarinda, khususnya di Polnes, untuk dewasa menyikapi berita yang belum terverifikasi dengan benar," ucapnya.

Ketua Gerakan Anti Hoax Kaltim, Charles Siahaan yang juga General Manager Beritakaltim.com menjelaskan, peraturan tentang beberapa pasal telah secara tidak langsung mengikat para pengguna yang bersentuhan dengan alat elektronik.

"Kalian memegang handphone saja, secara tidak langsung sudah bisa terkena pasal ini. Jika tidak paham dan mengerti," ujarnya.

Pun, Sekretaris Gerakan Anti Hoax Kaltim, Faisal Rahman yang juga General Manager KlikSamarinda.com menuturkan, selain masyarakat yang dirugikan, media berita turut menjadi korban.

"Justru media berita yang benar, malah turut tidak dipercaya karena adanya hoax ini," terangnya. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Dwi Hendro B



Comments

comments


Komentar: 0