20 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Yahya Anja: Harus Ada Desain Matang Tangani Banjir di Bagian Hulu Mahakam


Yahya Anja: Harus Ada Desain Matang Tangani Banjir di Bagian Hulu Mahakam
Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Yahya Anja (Foto: KLIKSAMARINDA.COM)

KLIKSAMARINDA.COM - Luapan air Sungai Mahakam di bagian hulu sedikitnya merusak 10 Kampung di Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) sejak Senin, 8 Mei 2017.
Sekitar 2000 jiwa terancam tak dapat menempati tempat tinggal akibat luapan air Sungai Mahakam.

Sebanyak 10 Sekolah Dasar terpaksa diliburkan. Jalan darat tak dapat dilalui dan hanya bisa dilewati menggunakan kapal ketinting atau perahu sampan.

Padahal, pada 2015 BPS merilis, sumber kehidupan masyarakat Long Iram adalah beternak dan bertani. Luapan air Mahakam membuat aktivitas warga lumpuh total.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Yahya Anja menuturkan, banjir disebabkan aliran Sungai Mahakam tak mampu menampung debit air yang langsung turun dari daratan.

Diakuinya banjir kerap melanda tidak hanya Kabupaten Kubar. Namun juga Kabupaten Mahakam Hulu dan Kutai Kartanegara (Kukar).

"Sebagian besar warga memang masih tinggal di sekitar daerah sungai," kata Anja, sapaannya kepada KlikSamarinda 12 Mei 2017.

Dijelaskannya lagi, karunia yang diberikan kepada kawasan Hulu Kaltim beriklim tropis dengan curah hujan yang berkecukupan untuk pertanian. Pun petani atau buruh tani masih menggunakan pertanian tadah hujan untuk bercocok tanam.

Hingga saat ini, upaya sementara dengan memberikan bantuan solidaritas sedang digalang untuk meringankan penduduk Long Iram dan sekitarnya yang terkena dampak.

Hingga saat ini, kata politikus Demokrat itu, penanganan banjir belum mampu merevitalisasi aliran Sungai Mahakam, dan hanya memungkinkan memperbaiki saluran pergerakan air sehingga dengan cepat turun ke wilayah rendah (Hilir).

Sementara itu sejak lama masyarakat di kawasan hulu membentengi banjir dengan merenovasi rumahnya dengan membuat panggung-panggung dan hanya sebagian warga yang mampu yang melakukannya. Sisanya, hanya bisa mengungsi ditempat yang lebih aman atau dataran tinggi.

"Kami sedang berupaya agar banjir dari luapan Sungai Mahakam tidak lagi seperti saat ini, penanganan banjir sedang dilakukan pemerintah bagi daerah kerap terkena banjir," imbuhnya. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto    Editor : Dwi Hendro B



Comments

comments


Komentar: 0