11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Jelang Ramadan, Waspada Kenaikan Harga Sembako


Jelang Ramadan, Waspada Kenaikan Harga Sembako
Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Strategis Dinas Perdagangan Samarinda, Heny Kartika (Foto: KLIKSAMARINDA.COM)

KLIKSAMARINDA.COM - Sebulan menjelang Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di pasaran Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), masih stabil. Dinas Perdagangan Samarinda memprediksi, lonjakan harga baru akan terjadi jelang Ramadan.

Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Strategis Dinas Perdagangan Samarinda, Heny Kartika menuturkan, lonjakan harga biasanya saat memasuki Ramadan dan Lebaran. Selain sembako, lonjakan harga kerap kali terjadi pada harga bahan-bahan kue.

"Bawang merah, bawang putih, gula pasir, cabai, minyak goreng, tepung, naik. Itu pasti karena untuk bikin kue," katanya saat ditemui KlikSamarinda di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada 3 bahan pokok yang telah mendapatkan tetapan harga dari pemerintah. Yaitu gula pasir, minyak goreng, dan daging beku.

Harga gula pasir yang ditetapkan adalah Rp12.500 per kilogram, minyak ukuran sederhana Rp11 ribu, dan daging beku Rp80 ribu per kilogram.

"Jika ada ritel yang menjual di atas ketentuan, sanksinya adalah pencabutan izin. Laporkan ke Kementerian Perdagangan karena mereka, kan beroperasi resmi," tegas Heny.

Hal itu telah disepakati melalui MoU oleh usaha dagang retail-retail nasional seperti Indomaret, Giant, Lotte, Alfamidi dan sebagainya.

Perempuan berkacamata ini menambahkan penetapan tiga komoditas tersebut oleh pemerintah karena dianggap berperan besar dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok lainnya.

"Karena tiga harga bahan itu perlu ditekan. Karena kalau tiga bahan itu naik. Otomatis harga bahan lainnya juga ikut naik. Permintaan jadi semakin tinggi," jelas Heny.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga, lanjut Heny, pemerintah juga tak tinggal diam. Misal dengan mengadakan pasar murah.

"Biasanya jelang puasa, Pemkot akan mengadakan pasar murah. Tujuannya agar bisa menjaga ketersediaan stok bahan pokok sehingga tidak terjadi inflasi," pungkasnya. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0