23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Dampak Banjir Marangkayu Kukar: Sekolah Terganggu, Warga Khawatir Ada Buaya


Dampak Banjir Marangkayu Kukar: Sekolah Terganggu, Warga Khawatir Ada Buaya
Sekolahdi Desa Santan Tengah yang terendam banjir sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar (Foto: NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM)

KLIKSAMARINDA.COM - Banjir yang melanda Desa Santan, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sejak Jumat, 31 Maret 2017 lalu berdampak luas. Misal, dampak yang terjadi adalah terganggunya pendidikan di sekolah jenjang SD, SMA, serta MA.

Akibat banjir, sejak Senin 2 April 2017, sekolah di Desa Santan diliburkan. Kondisi jalan yang terendam, serta halaman sekolah yang tergenang setinggi dada orang dewasa menjadi penyebabnya. Beberapa kelas tidak dapat digunakan.

"Karena kejadian ini, sekolah di Desa Santan Tengah terpaksa diliburkan. Untuk yang akan ujian, yang kelas 3 tetap masuk untuk bimbel," ucap Camat Marangkayu, Hamzah pada KlikSamarinda, Senin, 3 April 2017.

Kepalda Desa Santan, Nasrullah menuturkan, setidaknya ada 7 sekolah yang harus terganggu aktivitasnya.

"Sekolah libur semua di Desa Santan Tengah. Ada 3 SD, 2 Madrasah Ibtidaiah, MTS, 1 SMP, serta 1 MA yang diliburkan," jelas Nasrullah.

Belum diketahui berapa lama sekolah akan diliburkan. Hal ini menunggu kuantitas air menurun.

"Kami libur sampai dengan air surut sesuai dengan arahan Kepala Sekolah," ujar Mappa, Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SDN 015 Marang Kayu.

Selain itu, akibat banjir ini beberapa orang tua siswa melarang anaknya untuk pergi bersekolah. Hal ini disebabkan ancaman reptil buaya.

"Siswa yang jauh dengan sekolah, untuk mencapai sekolah juga harus melewati banjir, dan ada bahaya buaya," tambah Mappa. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0