17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Lemak ala Haruan Batanak


Lemak ala Haruan Batanak
Haruan Batanak. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Serupa di tempat asalnya --Banjarmasin, Kalimantan Selatan-- salahsatu ikan yang paling populer di Samarinda adalah haruan. Masyarakat Betawi menyebutnya gabus. Di Jawa ikan ini diberi nama kutuk. Sementara bogo adalah sebutannya di Sunda.

Di Negeri Jiran, Malaysia, ikan ini juga dikenal juga dengan nama haruan. Nama latinnya adalah Channa Striatus --termasuk keluarga Snakehead Fish.

Ikan gabus juga banyak dijumpai pada kuliner Tiongkok. Misalnya, ada masakan Kanton yang populer dengan nama Sheng Yu; sup ikan gabus yang dimasak dengan pepaya muda.

Sebagian masyarakat Kota Tepian percaya, haruan termasuk jenis ikan buas yang hidup liar di sungai. Panjangnya bisa mencapai satu meter. Para tetua meyakini, ikan ini memiliki khasiat untuk penyembuhan luka dalam. Contohnya, bagi ibu pasca melahirkan.

Selain itu, gabus banyak memiliki duri halus --khusus yang berukuran kecil. Makanya harganya murah. Namun biasanya, para penikmat gabus memilih ukuran yang besar karena dianggap mudah menyisihkan duri dan tulangnya. Itu alasannya, ikan ini banyak dibuat menjadi ikan kering atau ikan asin.

/images/img_galeri/43masak-habang-nikmat.jpg

Umumnya, di Banjarmasin, haruan disajikan secara Masak Habang --serupa Ikan Bumbu Bali-- yakni ikan goreng yang dimasak dengan bumbu cabai merah. Haruan Masak Habang lazim dimakan dengan ketupat atau lontong yang kemudian dipadankan dengan sayur bersantan.

Sajian ikan haruan tak kalah populer dengan Haruan Batanak. Lantaran dimasak dengan santan --dalam pelbagai subkultur di Indonesia disebut lemak-- maka masakan ini juga umum disebut Haruan Masak Lemak. Ada pula yang sengaja dibuat pedas dengan menambahkan cabai rawit. Nah, hidangan ini disebut Haruan Masak Lemak Chili Api.

Santan diperlukan karena haruan yang dimasak sudah dikeringkan dan diasinkan. Dari analog kuliner Eungkot Keu-ung di Aceh, santan digunakan untuk melunakkan kembali ikan kering yang disebut Eungkot Kayee atau ikan katu di Negeri Serambi Makkah itu.

Dengan santan yang berlemak, masakan ini cocok untuk disantap dengan nasi panas atau ketupat. Apalagi, santan yang menciptakan rasa gurih --dengan tekstur ikan kering yang asin serta bumbunya-- lamat menyemburatkan citarasa asam pedas.

Haruan Betanak mudah ditemukan di sejumlah rumah makan di Samarinda. Kuliner ini juga masih menjadi favorit banyak masyarakat.

Cara masak dan bumbu-bumbunya sangat simpel. Pada dasarnya hanya diperlukan bawang merah dan cabai dalam keseimbangan yang bagus. Bila perlu ditambahkan citarasa asam dan aroma harum dari bunga kantan --kecombrang, honje-- dan belimbing buluh. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0