20 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pengusaha Pabrik Semen di Kaltim Sempat Tunda Pembangunan Pabrik, Ini Alasannya


Pengusaha Pabrik Semen di Kaltim Sempat Tunda Pembangunan Pabrik, Ini Alasannya
Karst Kaltim

KLIKSAMARINDA.COM - Rencana pembangunan pabrik semen di Kalimantan Timur (Kaltim) telah berlangsung sejak 2012. Kapasitas pabrik, menurut rencana, yaitu memproduksi 2,5 juta ton semen per tahun. Angka itu di atas kebutuhan Kaltim, yakni 2 juta ton semen per tahun.

Saat ini, sudah ada 11 perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang hendak mengeksploitasi karst Sangkulirang-Mangkalihat. Dari jumlah tersebut, tujuh areal konsesi korporasi masuk wilayah bentang karst yang dilindungi.

Perwakilan PT Kobexindo, Agos mengatakan, pembangunan pabrik seharusnya dilakukan sejak tahun 2012. Namun, karena adanya Peraturan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tentang kawasan lindung krast yang memasukan areal konsesi PT Kobexindo ke dalam kawasan lindung maka pembangunan pabrik tidak bisa dilakukan.

Pihak perusahaan telah mengembalikan 8000 hektare areal konsesi kepada pemerintah karena masuk dalam kawasan karst. Saat ini hanya sekitar 800 ha yang akan ditambang menjadi pabrik semen yang Amdalnya telah disetujui.

Namun operasinya masih terganjal izin Gubernur Kaltim.

"Setelah kita memiliki izin produski PT Bengalon Limestone sampai sekarang belum melakukan kegiatan, menghormati adanya Peraturan Gubernur tentang kawasan lindung krast. Di mana wilayah perusahaan yang notabene disetujui pada bulan Mei 2012, kita akan melakukan kegiatan. Namun kita masih menghormati Pergub itu," ujar Agus.

PT Kobexindo rencananya akan mengambil batu gamping untuk semen di kaki gunung karst. Dalam perhitungan perusahaan, bahan baku batu gamping cukup untuk 20 tahun operasi perusahaan dan dipastikan tidak merusak mata air yang selama ini digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih.

Semen yang dibuat di Kaltim membuat harga komoditas itu lebih murah. Penghematan dari selisih biaya distribusi yang selama ini ditanggung masyarakat Kaltim mencapai Rp320 miliar per tahun. (*)

Reporter : M4N    Editor : Dwi Hendro B



Comments

comments


Komentar: 0