24 April 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Menuju Pilgub, KPU Kaltim Butuh Dana Rp486 M


Menuju Pilgub, KPU Kaltim Butuh Dana Rp486 M
KPU Kaltim (Foto: KlikSamarinda)

KLIKSAMARINDA.COM - Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, KPU Kaltim mengajukan anggaran sebesar Rp486 miliar melalui APBD Kaltim 2017. Meski begitu, di tengah himpitan defisit anggaran yang dialami Pemprov Kaltim, Komisi I berjanji memperjuangkannya.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kaltim Josef usai melakukan hearing dengan Komisioner dan Sekretariat KPU Kaltim, Selasa, 25 Oktober 2016 di Gedung E DPRD Kaltim.

Josef mengakui, nilai yang diajukan KPU tentu bukan nilai kecil bagi Kaltim dengan kondisi keuangan yang sedang sulit. "Memang ini menjadi beban bagi pemerintah di tengah defisit anggaran. Apalagi dibandingkan nilai pada 2015 lalu hanya Rp 286 miliar. Oleh karena itu selain tetap mengupayakan nilai yang diajukan namun kita juga coba rasionalisasi lagi anggaran yang diajukan," sebutnya.

Namun demikian Josef memaklumi, sebab yang diperlukan KPU memang tidak sedikit, kebutuhan untuk pendistribusian seperti alat peraga tidak kecil. Selain itu, perlunya sosialisasi dan penyuluhan juga menjadi tanggung jawab yang perlu dilakukan guna menyukseskan Pemilihan Gubernur yang rencananya tahapan sudah dimulai sejak Juni 2017.

"Untuk penganggaran merujuk pada aturan memang sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim.

Artinya benar-benar anggaran pemerintah daerah. Tidak ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat," kata Josef dalam rapat yang juga dihadiri Anggota Komisi I yaitu Syarifah Fatimah Alaydrus, Andarias P Sirenden, Yakob Manika dan Siti Qomariah. Semua berharap pelaksanaan Pilgub Kaltim berjalan dengan lancar, aman dan menghasilkan pemimpin yang bermutu.

Senada dengan Josef, Yakob Manika juga mengakui bahwa nilai yang diajukan cukup besar. Namun menurutnya filosofi demokrasi adalah demokrasi itu mahal, sehingga jika ingin bermutu membutuhkan dana besar.

"Bagaimana masyarakat agar bisa memilih sesuai hati nurani. Dan yang tak kalah penting bukan hanya prosesnya yang berjalan aman, lancar. Namun bagaimana harus dapat menghasilkan pemimpin yang bermutu melalui partisipasi masyarakat," harap Yakob. (*)

Reporter : Nur Aisyah    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0