19 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Sisi Lain Busana Warrior Princess of Borneo


Sisi Lain Busana Warrior Princess of Borneo
Estelita Liana saat mengenakan busana Warrior Princess of Borneo. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Perhelatan akbar Miss Universe di Miami memang sudah berlalu. Namun, selarik kisah kesuksesan busana Kalimantan bernama Warrior Princess of Borneo masih membekas hingga kini.

Di kontes kecantikan dunia, desain Dynand Fariz itu meraih predikat Best Natioal Costume dari 72 busana dan negara. Lalu pada gelaran Miss Supranational di Polandia, penghargaan serupa diterima.

Dibalik prestasi itu, lantas bagaimana busana ini dibuat? Dalam sebuah wawancara, Dynand --ketua tim kreatif Jember Fashion Carnaval (JFC) yang merancang Warrior Princess of Borneo-- mengungkapkan jika potongan busana itu sangat terperinci. Pun, dengan bulu dari burung Enggang yang digunakan.

Butuh tiga bulan bagi Dynand dan tim untuk merampungkan keseluruhan busana seberat 17 kilogram itu untuk tampil di pentas dunia. Dynand tak memungkiri, Warrior Princess of Borneo terilhami dari Kalimantan.

Mengapa demikian? Alasannya sederhana; warisan budaya dari Borneo dianggap bisa menarik atensi masyarakat internasional. Tantangannya, tentu bagaimana Dynand dan tim mengejawantahkan kekayaan itu dalam wujud busana. "Secara tematik Warrior Princess of Borneo punya konsep yang kuat," tutur pria 51 tahun itu.

Serupa dengan kostum yang pernah dibuat, Dynand menyatakan jika ciri khas dari rancangannya terletak pada detail. Busana ini juga memiliki pelbagai ornamen untuk yang menonjol di setiap bagian. Namun, material yang digunakan ringan dan tidak merusak eksositem alam.

Menariknya, bulu burung Enggan yang digunakan adalah asli. Namun, bulu-bulu itu tidak diambil secara paksa. "Bulu itu rontok dengan sendirinya dari tubuh burung Enggang, jadi prosesnya alami," terang pengajar di sekolah ESMOD Jakarta itu.

Hal itu dilakukan, jelas Dynand, untuk menunjukkan bahwa Indonesia menghargai makhluk hidup dan tidak ingin merusak alam beserta ekosistemnya hanya untuk kepentingan pribadi.

/images/img_galeri/71Miss-Indonesia-Supranational-Estelita-Liana.jpg

 

Menariknya, Warrior Princess of Borneo yang dikenakan itu juga diiringi dengan tarian saat di panggung Miss Universe 2014 oleh Estelita Liana, Putri Indonesia 2014. Dibalik gempita warna pada busana itu, Warrior Princess of Borneo punya segurat makna.

Di lain sisi menggambarkan sosok perempuan feminim, namun sisi lainnya menampilkan sifat tangguh kaum Hawa yang mampu bertahan dalam kondisi terburuk sekalipun. Ini diwartakan dalam wujud tameng serta mandau khas Kalimantan.

"Di busana ini kami ingin menunjukkan bahwa di sisi perempuan ada sifat-sifat pejuang. Jadi tidak hanya sisi feminimnya saja, perempuan bisa kuat, kokoh, tapi tetap luar biasa," ujar pria asal Surabaya, Jawa Timur itu.

Selain cerita, konsep dan detail busana lagi-lagi menjadi nilai plus Warrior Princess of Borneo di mata para juri Miss Universe 2014. Semua dibuat secara handmade dan terkonsep. Mulai dari aksesori kepala, dada, pergelangan tangan, punggung, hingga bagian bawah pinggang. Semua dikerjakan secara teliti.

Seluruh detail yang diberikan juga mengandung unsur 100 persen Kalimantan. Bahkan ukiran pada tameng serta mandau juga diperhatikan bentuknya. "Juri tak hanya melihat dari volume dan besar, tapi juga memperhatikan dari jarak dekat," tukas Dynand. (*)

Reporter : Bunga Aviria    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0