18 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Apakah Indonesia Akan Menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB?


Apakah Indonesia Akan Menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB?
Wapres Jusuf Kalla (Foto: Istimewa)

KLIKSAMARINDA.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-71 yang digelar di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Jumat, 23 September 2016.

Dalam kesempatan itu, Wapres JK mengkampanyekan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.

“Izinkan saya menggunakan kesempatan ini untuk mengumumkan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Modalitas yang dimiliki Indonesia serta komitmen dan kontribusinya pada PBB menjadikan Indonesia ‘partner sejati bagi perdamaian dunia,” kata Wapres JK.

Lebih jauh, Wapres JK menguraikan postur Indonesia yang membuatnya layak menjadi anggota tidak tetap PBB. Indonesia adalah negara berpenduduk keempat terbesar dunia, negara demokrasi terbesar ketiga dunia, dan negara berpenduduk muslim terbesar dunia.

Indonesia menjadi bukti bahwa Islam, demokrasi, modernitas dan penguatan perempuan dapat terjalin dalam satu harmoni. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memahami betul dampak perubahan iklim.

“Dan yang paling penting, Indonesia menghormati dan mematuhi prinsip-prinsip Piagam PBB dalam hubungan luar negerinya. Sifat-sifat itu menjadikan Indonesia mampu berkontribusi pada berbagai komitmen kolektif PBB,” kata Wapres.

Di bidang perdamaian dan keamanan, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan jumlah pasukan pemelihara perdamaian menjadi 4.000 pada tahun 2019.

Visi 4.000 Pemelihara Perdamaian itu memotivasi Indonesia untuk terus menguatkan peran pemeliharaan perdamaian, nnamun dengan tetap menyadari bahwa kontribusi tersebut tidak hanya ditunjukkan dengan besarnya angka.

Indonesia juga menunjukkan perannya dalam memerangi terorisme, mengatasi perubahan iklim, dan mendorong pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. Di level regional, Indonesia aktif menjaga stabilitas kawasan melalui kerja sama regional seperti ASEAN dan Kerja Sama Triangluar dan Selatan-Selatan.

“Indonesia akan selalu berada di garda terdepan untuk kemitraan global dalam rangka memajukan perdamaian dan kemakmuran global untuk semua, dan dalam upaya menciptakan PBB yang lebih kuat, representatif, dan demokratis,” tegas Wapres JK. (*)

Reporter : Kemenlu RI    Editor : Dwi Hendro B



Comments

comments


Komentar: 0