26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Mengapa Kantor DPC PDIP Samarinda Dirusak? Ini Dugaannya


Mengapa Kantor DPC PDIP Samarinda Dirusak? Ini Dugaannya
Informasi insiden perusakan kantor DPC PDIP Samarinda sempat beredar di dunia maya. (Foto: Facebook)

KLIKSAMARINDA - Perusakan kantor Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Samarinda di Jalan A Yani, Selasa (4/8/2015) sekira pukul 02.25 Wita dini hari, diduga terjadi sebagai buntut batalnya pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwali) di Kota Tepian. (Baca juga: Sekretariat DPC PDIP Samarinda Dirusak)

Tensi politik yang memanas pasca masa perpanjangan pendaftaran pasangan bakal calon, membuat konstelasi di tingkat grasroot bergejolak.

Dari informasi yang dihimpun KlikSamarinda, perusakan oleh sekelompok oknum tak dikenal itu dilakukan dengan cara melempari batu kantor DPC PDIP Samarinda.

Nyaris sebagian besar kaca pada bagian depan kantor, pecah. Beruntung, saat insiden terjadi, tak ada aktivitas di kantor partai berlambang banteng moncong putih itu.

Seperti diketahui, PDIP merupakan peraih 8 kursi di DPRD Samarinda yang dikabarkan ikut dalam koalisi pengusung pasangan bakal calon Zuhdy Yahya-Barkati.

Sayang, di hari pendaftaran, hanya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diketahui menyerahkan surat dukungan untuk pasangan bakal calon ini.

Sementara PDIP, tidak ada. Penyerahan itu sendiri bahkan hanya dilakukan oleh H Darmansyah dan Hari Putra Permana, perwakilan dari partai berlambang Kabah di KPU Samarinda. (Baca juga: Sayonara Pilkada Samarinda)

"Sampai kemarin memang belum ada kesepakatan antara PDIP dan partai koalisi mengenai calon yang diusung," kata Surianto Untung, salahsatu pengurus DPC PDIP Samarinda.

Tensi politik yang memanas ini juga sempat menjalar di depan kantor gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada dan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda di Jalan Juanda, Selasa (4/8/2015) kemarin.

Sempat terjadi keributan antara petugas dan seorang dari barisan massa itu yang hendak memaksa masuk ke halaman kantor gubernur Kaltim. Namun dengan upaya tegas, kericuhan ini tidak memncing massa yang lain untuk berbuat onar.

"Kami meminta agar tahapan Pilkada dilanjutkan meski hanya ada 1 pasangan calon saja. Kami juga meminta meminta Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan KPU Samarinda mendesak pemerintah pusat mengeluarkan Peraturan Perundang-Undangan (Perpu) tentang teknis Pilkada dengan calon tunggal," tegas Firminus Kunum, koordinator massa dari Koalisi Masyarakat Samarinda.

Sebelumnya, KPU Samarinda telah menghentikan tahapan Pilkada lantaran hanya ada 1 pasangan bakal calon yang resmi mendaftar, yakni duet petahana Sjaharie Jaang-Nusyirwan Ismail (Jaanur).

Berdasarkan peraturan KPU (PKPU) Nomor 12 Tahun 2015, disebutkan jika calon kepala daerah hanya 1 (calon tunggal) setelah perpanjangan pendaftaran 3 hari, maka seluruh tahapan dihentikan dan ditunda pada Pilkada serentak pada 2017 mendatang. (*)

Reporter : Man    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0