18 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Soal PLTN di Kaltim, Gubernur: Ini Masih Pilot Project


Soal PLTN di Kaltim, Gubernur: Ini Masih Pilot Project
Awang Faroek Ishak. (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA - Feasibility study atau studi kelaikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). Dari dua kabupaten yang menjadi opsi --selain Sangatta, Kutai Timur (Kutim)-- Pemprov membidik Kecamatan Taliyasan di Berau.

Sesuai plan, PLTN dibangun dengan kapasitas 50 Megawatt (MW) dengan menggandeng PT Industri Nuklir Indonesia (Inuki). Nama perusahaan Tanah Air lain yang mencuat adalah Batan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

"Ini masih pilot project. Nanti akan dibicarakan dengan Presiden Jokowi (Joko Widodo, Red.) dalam waktu dekat. Kami harap Presiden bisa memberikan lampu hijau untuk proyek ini," kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak.

Jika megaproyek ini sukses, Faroek menyebut akan membangun lagi PLTN dengan 1.000 MW capacity. "Nanti listiknya akan diekspor ke Serawak dan Sabah di Malaysia dan ke Brunei Darussalam," ujar Faroek.

Dari informasi yang dihimpun kliksamarinda, dana investasi yang dibutuhkan untuk membangun PLTN berkapasitas 50 MW itu sekira Rp 25 triliun hingga Rp 50 triliun.

Dikonfrontir soal ini, Faroek menyebut akan meniapkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Tapi dari daerah hanya untuk studi kelaokannya saja. Nanti akan dibicarakan lebih lanjut," terang Faroek. (*)

 

Reporter : Ken    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0