17 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Peneliti Barat: Ada Ular Pemakan Manusia di Kalimantan


Peneliti Barat: Ada Ular Pemakan Manusia di Kalimantan
Nadia Drake. (Foto: AFP)

KLIKSAMARINDA - Berlaksa tahun lalu, sekelompok penduduk asli Kalimantan hijrah dari kampung halaman menuju belantara. Mereka melarikan diri dari kolonial Belanda. Siapa nyana, di tempat baru untuk memulai hidup, justru ada ancaman lain menanti.

Satu persatu anak merek hilang. Delapan bocah dalam 8 hari, raib tanpa jejak. Penduduk hidup dalam cengkraman rasa takut yang akut. Siapa gerangan yang melakukannya? Arwah penunggu hutan, atau jangan-jangan hewan buas yang lapar?

Mereka kemudian memutuskan memasang perangkap. Seorang anak --mau-tidak mau-- dijadikan tumbal untuk menghentikan teror kematian di belantara Borneo.

Dari tempat persembunyian, dengan rasa debar gelisah yang berkecamuk, masyarakat menjadi saksi sebuah peristiwa mengerikan; kecipak dan riak air bersuluh-suluh datang dari pinggir sungai. Mahluk besar tanpa lengan dan kaki muncul sekelebat dari dalam air yang kadung mengeruh. Sang bocah langsung ditelan bulat-bulat.

Sebagian masyarakat menyebut, mahluk itu adalah ular raksasa. Lainnya menjuluki sang hewan sebagai naga.

Pasca teror tak berkesudahan itu, masyarakat membuntuti reptil bersisik ini ke sarangnya. Ada 3 ekor di sana. Dua dewasa dengan diameter serupa drum minyak. Seekor lagi masih kecil seukuran batang kelapa.

Masyarakat kadung menyimpan amarah, lantas menyerang ketiga hewan itu. Dua ular dewasa dipotong, namun tetap membiarkan si ular muda tetap hidup. Mereka bersepakat, mulai saat itu --baik sang ular dan manusia-- tidak akan membunuh satu sama lain.

Lambat laun, masyarakat kembali ke tanah kelahiran mereka, merajut hidup kembali. Namun mereka yakin, ular maupun naga yang dimaksud hidup di sekitar mereka.

/images/img_galeri/59url.jpg

Kisah ini didengar langsung oleh Nadia Drake, seorang penulis sains dari barat. Ketika itu, sang bule mendengarnya dari Rusni, tetua kampung Dayang Tumbang Tujang sekira Juli di medio 2014.

Penasaran, Nadia sontak mencari tahu apakah ada ular di Kalimantan yang bisa tumbuh dengan ukuran raksasa dan bisa membunuh seorang anak dengan cepat. Dari sejumlah penelitian yang dilakukan, akhirnya beberapa "tersangka" ditemukan. (*)

Reporter : Ken    Editor : Fai



Comments

comments


Komentar: 0