23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Eksklusif Berita Rekomendasi

TB Pacific Jaya I Akhirnya Kembali ke Indonesia, Ini Kronologinya


TB Pacific Jaya I Akhirnya Kembali ke Indonesia, Ini Kronologinya
Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Setelah sempat tertahan beberapa hari akibat penyanderaan bersama tujuh kru TB Charles oleh militan bersenjata Abu Sayyaf di perairan selatan Filiphina TB Pasific Jaya I akhirnya pulang ke Indonesia.

Kapal yang sama-sama berangkat dari Samarinda dengan KM Charles ini tiba pada Jumat, pekan lalu.

TB Pasific Jaya I milik perusahaan pelayaran PT Pelayaran Marindo Pacific tiba kembali di Indonesia setelah menempuh perjalanan selama 8 hari melintasi perairan Filiphina dan Malaysia sebelum tiba di perairan Indonesia.

TB Pasific Jaya I dengan 10 abk menarik tongkang Maritim Perkasa bermuatan 7.500 matriks ton batubara.

Sebelumnya, TB Pasific Jaya I berangkat hampir bersamaan dengan TB Charles pada 1 Juni 2016 lalu dengan tujuan pelabuhan Cagayan Deoro Filiphina.

TB Pasific Jaya I tiba yang dibawa oleh Kapten Salmon (nahkoda kapal TB Charles) selamat di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar pukul 22.00 wita pada Jumat, 8 Juli 2016.

Setelah berlayar dari Filiphina pada 1 Juli 2016, TB Charles berlayar melalui rute yang ditentukan syahbandar dan sempat mendapatkan pengawasan dari kapal perang Filiphina dan Malaysia.

Fleet Manager PT Pelayaran Marindo Pacific Samarinda, Takbirotul Hamzah mengaku, sebelum keberangkatan telah melakukan koordinasi dengan dengan pihak kesyahbandaran.

(Klik juga: TB Pacific Jaya I Kembali ke Indonesia, Ini Pernyataan KSOP Samarinda)

Pihaknya diminta mengikuti track pelayaran yang aman dan dikeluarkan syahbandar serta tidak lari dari alur yang ditetapkan oleh syahbandar.

Hamzah mengatakan, pascainsiden penyanderaan beberapa waktu lalu, rute yang aman dilalui kru saat pulang kembali ke Indonesia adalah berlayar dari Gracia Port Filiphina dan berlanjut ke Negros Sambuangan.

Kapal menjauhi pulau-pulau kecil dan menjauhi Pulau Bayang Panglima Sugala Bangaoz menghindari Pulau Julu hingga turun masuk ke perairan Malaysia.

"Tidak ada gangguan, kita sudah diberitahu oleh KSOP agar menghindari daerah-daerah yang sudah dilarang. Itu saja. Pengamanan di laut berdasarkan informasi dari kapten kapal kita sebelum masuk perbatasan laut Malaysia dan Filiphina, sudah ada coast guard dan kapal perang Filiphina dan Malaysia. Setelah masuk di Indonesia, ada kapal perang kita di perbatasan sudah dalam pemantauan," ujar Hamzah pada Jumat, 15 Juli 2016. (*)

Reporter : M4N    Editor : Sanusi Bachtiar



Comments

comments


Komentar: 0