26 Maret 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Eksklusif Berita Rekomendasi

Ada GoJek di Samarinda, Ini Tanggapan Warga


Ada GoJek di Samarinda, Ini Tanggapan Warga
Gojek di Samarinda (Foto: KlikSamarinda)

KLIKSAMARINDA.COM - Di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), sejak 27 Mei 2016 lalu, layanan jasa ojek berbasis aplikasi, Gojek, resmi beroperasi. GoJek di Samarinda resmi diluncurkan bersama dua unit Go-Jek di 2 kota lainnya, yaitu Malang dan Solo.

CEO Gojek, Nadiem Karim mengemukakan di situs Gojek, jika dirinya menginginkan warga di tiga kota tersebut merasakan mudahnya aktivitas bersama Gojek. Tujuan Gojek yakni bisa membantu aktivitas masyarakat sehari–hari ketika berada di luar rumah.

Warga Kota Tepian saat ini pun sudah melihat ojek berkostum khas hijau itu wara-wiri di sekitar. Mereka menganggap kehadiran ojek tersebut sangat membantu. Namun, ada yang berpendapat tak semua warga dapat menikmati jasa tersebut.

"Apa ya. Ga semua orang kan punya HP canggih," kata Neny, warga Kelurahan Air Putih pada KlikSamarinda, 11 Juni 2016.

Selain itu, tak semua layanan bisa dinikmati. Di Samarinda, hanyalah Go Ride, Go Send, serta Go Shop. Selebihnya, layanan yang lain belum dioptimalkan.

Utami, seorang mahasiswi mengatakan, kebutuhan Gojek tak akan seramai di kota besar lainnya. Menurutnya, banyak masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi dan juga tingkat kemacetan yang rendah.

"Kalau di Samarinda ini mungkin, layanan ojek bakal sedikit peminatnya. Bisa dilihat banyaknya yang punya kendaraan pribadi," ujarnya.

Masih menurut Utami, layanan Go Send dan Go Shop-lah yang bakal sangat dibutuhkan masyarakat Samarinda.

"Apalagi sekarang kan banyak online shop lokal, dan itu juga membutuhkan jasa kurir yang cepat. Nah, di situ lah jasa ojek online sangat diperlukan," tambahnya.

"Nah, layanan antar atau belanja itu lah yang mungkin banyak diperlukan orang. Jasa kurir, itulah yang mungkin banyak dibutuhkan di Samarinda ini," tambahnya.

Sekadar diketahui, untuk tarif GoJek, disesuaikan dengan jarak tempuh. Maksimal 6 kilometer, dikenakan tarif Rp15 ribu. Lebih dari 6 kilometer, dikenakan biaya tambahan Rp2 ribu per kilometer. (*)

Reporter : Robbi    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0