11 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Polisi Amankan Satwa Selundupan dari Pelabuhan Samarinda


Polisi Amankan Satwa Selundupan dari Pelabuhan Samarinda
Foto: Ist

KLIKSAMARINDA.COM - Satwa asal Kalimantan Timur rupanya masih menjadi incaran para penjual gelap di Indonesia. Terbukti, polisi kembali menggagalkan pengiriman burung beo asli Kalimantan di Surabaya.

Polisi berhasil mengamankan sebanyak 90 burung beo dari Kalimantan. Burung-burung tersebut justru diangkut dari pelabuhan Ibukota Provinsi Kaltim, Samarinda, menuju Surabaya.

Polisi mengamankan dua tersangka dari kasus ini saat melakukan penggeledahan terhadap apa yang dibawa SA dan AH di alur pelayaran barat Surabaya.

Awalnya, polisi menemukan 26 keranjang yang berisi 90 ekor burung beo. Kedua pelaku, SA dan AH, mengakui jika burung-burung itu adalah miliknya.

"Burung ini oleh tersangka diangkut di dalam KM Mutiara Sentosa 1 dari Samarinda, Kalimantan Timur menuju Surabaya," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis 2 Juni 2016, seperti dilansir laman online nasional.

Kepada penyidik, kedua tersangka mengaku membeli burung itu dari Samarinda. Mereka mengaku tidak kenal dengan orang yang menjualnya, Satu ekor burung beo dibeli seharga Rp250-300 ribu.

"Namun saat diminta dokumen unggas itu, mereka tak bisa menunjukkan," kata Argo.

Burung itu dibawa menuju Surabaya dengan menumpang KM Mutiara Sentosa 1. Jika tidak diketahui polisi, burung itu siap dijual di Surabaya. Bila dijual lagi, satu ekor burung beo bisa dihargai Rp600-800 ribu.

"Para tersangka mengaku baru sekali ini melakukannya," lanjut Argo.

Beo asal Kalimantan ini sebenarnya bukan hewan yang langka maupun dilindungi. Tetapi bila tidak dilengkapi dokumen, perlakuan yang diberikan adalah sama seperti perlakuan untuk hewan langka atau satwa yang dilindungi.

Unggas berbulu hitam dan berparuh oranye itu akan diserahkan ke BKSDA untuk dirawat. Menurut Kasi Wilayah III Konservasi BKSDA, Surabaya Eko Setia Budi, Surabaya merupakan wilayah yang paling sering menjadi tempat singgah untuk kasus penyelundupan satwa.

Tetapi, imbuh Eko, Surabaya bisa jadi bukan tujuan akhir. Pihaknya menyatakan akan menyelidiki lebih lanjut. (*)




Comments

comments


Komentar: 0