21 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Nah, Perusahaan Milik Menteri Luhut Mau Akuisisi Tambang Batubara di Kaltim


Nah, Perusahaan Milik Menteri Luhut Mau Akuisisi Tambang Batubara di Kaltim
Foto: Ilustrasi

KLIKSAMARINDA.COM - Di tengah upaya penyelesaian kasus korban nyawa yang tenggelam di dalam bekas galian tambang batubara, perusahaan ini justru melirik Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menemukan sumber batubara baru.

Ya, perusahaan tersebut adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2004 oleh Jenderal (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan yang memegang saham mayoritas. PT Toba Sejahtra (Toba Sejahtra) memiliki induk perusahaan induk Toba Bara merupakan sebuah kelompok usaha milik swasta yang bergerak di bidang energi dan perkebunan. TOBA memiliki 4 bisnis utama: batubara, minyak dan gas, pembangkit listrik, dan perkebunan.

Saat ini, TOBA tengah mengincar beberapa tambang batubara di wilayah Kaltim. Menurut Direktur Utama Toba Bara Sejahtera, Justarina Naiborhu, pencarian itu demi memperluas produksi perseroan.

"Ya dialokasiin (akuisis tambang) tapi kita lihat tambangnya juga. Kita rata-rata di Kalimantan Timur," ujar Justarina usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Graha CIMB Niaga, Jakarta, pada Selasa 24 Mei 2016 seperti dilansir laman online nasional.

Namun, Justarina menegaskan, pihaknya tidak sembarang dalam mengakuisisi tambang baru. Ada beberapa kriteria sebelum mencaplok tambang. Salah satunya, akses jalan menuju tambang.

"Syaratnya selain kualitasnya bagus, seperti cadangan yang melimpah, harus ada aksesnya. Kalau aksesnya susah dengan harga batu bara saat ini ya cost-nya enggak masuk," imbuh Justarina.

Menurut Jusutraina, akses menuju tambang sangat penting. Pasalnyya jika akses sulit maka akan menambah biaya pada pengiriman. Alhasil, perseroan tidak bisa meraup untuk di tengah harga batu bara yang semakin mencekik.

"Jadi kita enggak ada syarat cadangan berapa. Kalau ada yang menawarkan, kita lihat lokasinya di mana seberapa jauh ke infrastruktur utama," tandanya.

Sayangnya perseroan masih belum bisa mengungkapkan berapa dana yang disiapkan untuk mengakuisisi tambang baru. Pasalnya belum ada perhitungan yang matang terkait aksi korporasi tersebut.

Namun Justarina memastikan bahwa dana yang akan digunakan untuk akuisisi tambang bisa berasal dari pinjaman.

"Jadi tergantung, kalau benar dan bagus kita bisa bantu dengan refinancing," pungkasnya. (*)

Reporter : Magie Aksan    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0