20 Januari 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kenalkan, Pengusaha Muda Asal Samarinda Berbasis Musik Metal, Pernah Sponsori Band Luar Negeri


Kenalkan, Pengusaha Muda Asal Samarinda Berbasis Musik Metal, Pernah Sponsori Band Luar Negeri
Adhytya Nugraha (Adit), wieausahawan muda asal Samarinda yang sukses menjajal dunia bisnis kaos metal (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Sekarang ini usia bukanlah menjadi takaran untuk membuka peluang usaha sendiri. Adhytya Nugraha, anak muda dari Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ini misalnya, mampu membuktikannya.

Memulai usahanya sejak belia, anak sulung dari dua bersaudara itu sukses membuat dan memasarkan kaos yang didesain sendiri. Kaosnya tak hanya beredar di Samarinda, pun, beredar di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kesuksesan yang diraihnya itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Adit, begitu ia akrab di sapa, juga sudah mengalami jatuh bangun. Pria berbadan gempal ini awalnya tidak berniat untuk berbisnis.

Pada mulanya, Adit memilih baju yang sesuai dengan selera menjadi kegelisahan. Untuk mendapatkan kaos yang sesuai dengan desain dan ukuran yang pas agar nyaman dipakai.

Bermodalkan kemampuan mendesain, Adit mulai membuat desain dan mencari ukuran kaos yang sesuai dengan tubuhnya.

"Mulai 2011, awalnya cuma online sih. Gara-gara suka beli baju, tapi ukurannya ga ada yang besar, jadi coba bikin sendiri dengan ukuran sendiri, desain sendiri," cerita Adit pada KlikSamarinda Rabu, 6 Maret 2016.

Dengan dukungan dari orang tua dan teman-teman pria kelahiran 1994 ini membuat usahanya sendiri. Dibantu dengan modal yang tidak begitu besar sejak 2011 itulah Adit mengeluarkan produk dengan nama Black Orchid, Pemasarannya sendiri hanya melalui media online.

"Orang tua dukung banget. Dimodali semangat dan doa. Berupa dana dulu sempat dikasih modal 750 ribu," ucap Adit.

Selain itu, Adit juga biasa mempromosikan produknya dengan mendukung beberapa band musik. Adit bahkan pernah menjadi sponsor band dari luar negeri.

"Mensupport beberapa band dan acara musik. Kemarin pernah support band post-hardcore asal Virginia, Amerika. Honour Crest namanya," ujar Adit ringan.

Hingga saat ini, Adit yang juga mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman sukses meraup omset hingga Rp 5 jutaan per bulannya. Uang hasil jerih payahnya itu ia jadikan modal untuk mengembangkan usahanya.

Di tahun 2014, Adit mampu membuka store-nya sendiri di Samarinda. Bertempat di Jalan Anggrek Hitam, Juanda, Samarinda. Brand yang pada awalnya bernama Blak Orchid pun saat ini berganti nama dengan Ditz. Selain itu, Adit juga mempunyai distro, Ditz juga dipasarkan melalui laman internet.

Sampai saat ini, brand yang dibangun sejak usia belia itu mampu eksis dan berhubungan dekat dengan pecinta musik metal. Adit juga mengaku menyukai genre musik post-hardcore.

Ditanya soal harapan ke depan, Adit ingin banyak musisi di seluruh Indonesia mengenakan produknya.

"Ditz bisa dipakai banyak orang, produknya tersebar di seluruh Indonesia dan banyak berkontribusi untuk musik khususnya rock atau metal," tuturnya.

Ke depannya, sebagai ucapan terima kasih pada pecinta musik metal di Samarinda, Adit akan menggelar sebuah acara bertajuk "Ditz Musik Fest" dalam bentuk ucapan terima kasih serta launching produk-produk baru Ditz pada 17 April 2016 mendatang. (*)

Reporter : Robbi    Editor : Dwi Hendro B.



Comments

comments


Komentar: 0